Pemuda Harus Jadi Agen Perubahan di Era Digital
Kamis, 13 Agustus 2020 - 07:35 WIB
loading...
A
A
A
Ni’am mengaku salah satu penerima manfaat dari Good News From Indonesia. Sajian berita yang berisi informasi positif dan mengandung optimism sangat diperlukan. Di tengah situasi kehidupan saat ini di mana banyak informasi yang sifatnya hoaks, maka perlu diimbangi dengan prinsip good news is good news.
Apalagi, Indonesia merupakan bangsa besar yang punya potensi sumber daya manusia (SDM) luar biasa, memiliki karakter saling menolong yang luar biasa, dan hubungan sosial dengan potensi luar biasa. Nilai-nilai positif bangsa ini diharapkan bisa disampaikan secara luas.
“Itu yang harus disampaikan di era digital sekarang ini di saat semua orang bisa menulis apapun,” papar Ni’am.
Generasi muda Indonesia sudah bersentuhan dengan perangkat digital sehingga diharapkan lebih bijak dalam penggunaannya. Generasi muda memiliki tanggung jawab untuk menjadi agen perubahan di era serbadigital ini. Dia berharap generasi muda menyadari pentingnya membangun literasi digital dan berkolaborasi untuk hal-hal yang bersifat positif. (Baca juga: Postingan Menghujat Nabi Muhammad Picu Bentrokan di India, Tiga Tewas)
“Kita buat perubahan yang lebih baik bukan kita mengikuti arus, dengan media digital kita malah membuat berita hoaks. Di sini penting tanggung jawab sosial dan individu,” ucap Ni’am.
Sementara itu, Akhyari Hananto mengatakan, masyarakat Indonesia memiliki beberapa “DNA” yang bisa membuat bangsa ini semakin dikenal dan maju untuk bersaing dengan bangsa lain di dunia. DNA tersebut di antaranya adalah masyarakat Indonesia adalah paling dermawan, suka memberi dan membantu orang lain tanpa pamrih, peduli terhadap permasalahan dunia, aktif secara digital dan kreatif.
“Orang Indonesia begitu aktif di sosial media, sayang saat ini yang menjadi mainstream adalah akun-akun yang bombastis,” ujarnya.
Apalagi, Indonesia merupakan bangsa besar yang punya potensi sumber daya manusia (SDM) luar biasa, memiliki karakter saling menolong yang luar biasa, dan hubungan sosial dengan potensi luar biasa. Nilai-nilai positif bangsa ini diharapkan bisa disampaikan secara luas.
“Itu yang harus disampaikan di era digital sekarang ini di saat semua orang bisa menulis apapun,” papar Ni’am.
Generasi muda Indonesia sudah bersentuhan dengan perangkat digital sehingga diharapkan lebih bijak dalam penggunaannya. Generasi muda memiliki tanggung jawab untuk menjadi agen perubahan di era serbadigital ini. Dia berharap generasi muda menyadari pentingnya membangun literasi digital dan berkolaborasi untuk hal-hal yang bersifat positif. (Baca juga: Postingan Menghujat Nabi Muhammad Picu Bentrokan di India, Tiga Tewas)
“Kita buat perubahan yang lebih baik bukan kita mengikuti arus, dengan media digital kita malah membuat berita hoaks. Di sini penting tanggung jawab sosial dan individu,” ucap Ni’am.
Sementara itu, Akhyari Hananto mengatakan, masyarakat Indonesia memiliki beberapa “DNA” yang bisa membuat bangsa ini semakin dikenal dan maju untuk bersaing dengan bangsa lain di dunia. DNA tersebut di antaranya adalah masyarakat Indonesia adalah paling dermawan, suka memberi dan membantu orang lain tanpa pamrih, peduli terhadap permasalahan dunia, aktif secara digital dan kreatif.
“Orang Indonesia begitu aktif di sosial media, sayang saat ini yang menjadi mainstream adalah akun-akun yang bombastis,” ujarnya.
Lihat Juga :