Film Dirty Vote Soroti Bawaslu Tidak Kompeten Awasi Penyelenggaraan Pemilu

Senin, 12 Februari 2024 - 06:45 WIB
loading...
Film Dirty Vote Soroti...
Pakar hukum tata negara, Feri Amsari dalam film dokumenter Dirty Vote yang mengungkap sejumlah kecurangan dalam Pemilu 2024. FOTO/TANGKAPAN LAYAR
A A A
JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu ) menjadi salah satu lembaga negara yang turut disorot dalam film dokumenter ' Dirty Vote ' yang mengungkap sejumlah kecurangan dalam Pemilu 2024.

Salah satu pakar hukum tata negara, Feri Amsari yang mengambil bagian dalam film itu menyoroti Bawaslu dalam menangani sejumlah rentetan peristiwa penyalahgunaan wewenang yang terjadi selama tahapan Pemilu 2024. Feri menjelaskan, segala kecurangan yang telah dipaparkan tentu harus ditangani oleh Bawaslu, dan ini merupakan tugas konstitusionalnya untuk mengawasi setiap tahapan penyelenggaraan pemilu.

"Tetapi faktanya Bawaslu inkompeten. Apa saja kira-kira kasus yang menceritakan betapa gagalnya Bawaslu mengawasi proses penyelenggaraan pemilu," kata Feri dalam film dokumenter yang dirilis, Minggu (11/2/2024).



Salah satu kasus yang disorot dalam video ini adalah bagaimana Bawaslu sebagai pengawas pemilu dalam menangani kasus Cawapres nomor urut dua, Gibran Rakabuming Raka dalam acara silaturahmi Apdesi.

"Bawaslu hanya berani memberikan sanksi teguran, padahal nyata-nyata harusnya terdapat sanksi yang menjerakan agar peristiwa tidak berulang," ujarnya.

Kasus kedua yang disorot dalam film dokumenter ini adalah ketika Gibran Rakabuming Raka bagi-bagi susu saat car free day (CFD). Menurutnya, kasus ini menarik lantaran Bawaslu RI tidak berani menanganinya, menyerahkan penanganan prosesnya kepada Bawaslu DKI Jakarta. Akan tetapi, temuan Bawaslu DKI Jakarta menyatakan bahwa kasus ini merupakan pelanggaran peraturan daerah (Perda).

"Dan sebagaimana kita ketahui, kalo terjadi pelanggaran terhadap peraturan daerah atau perda, maka yang menentukan pemberian sanksinya adalah pemerintah daerah, dalam hal ini Pj Gubernur DKI Jakarta," tuturnya.

Lagi-lagi, kata dia, ada kasus yang menarik soal inkompetennya Bawaslu. Dalam kasus akun X Kementerian Pertahanan, terlihat jelas ada upaya kampanye terang-terangan di akun resmi tersebut. Namun kemudian kasus ini tidak berlanjut karena menurut Bawaslu kurang materi. "Padahal materinya sudah jelas ini pemanfaatan ruang atau kewenangan yang dimiliki oleh lembaga negara," katanya.

Baca juga: Film Dirty Vote Jadi Trending, Todung Mulya Lubis Beri Pesan Menohok

Terseretnya Nama Juri Ardiantoro di Balik Kinerja Bawaslu yang dinilai Inkompeten
Feri mengatakan, integirtas Bawaslu yang dipertanyakan itu tentu berkaitan dengan bagaimana mereka diseleksi. Termasuk, siapa yang kemudian menyeleksi mereka. Feri menyebut, salah satu yang menjadi figur sentral adalah Ketua Pansel, Juri Ardiantoro.

"Beliau adalah Pansel Bawaslu yang kemudian kita ketahui merupakan tim sukses Jokowi di Pilpres 2019 dan bahkan kita juga mengetahui Juri adalah saat ini menjadi anggota TKN 2024 yang mengusung pasangan Prabowo-Gibran," katanya.

Jika disimak lebih jauh, tuturnya, Juri Ardiantoro pernah menjadi anggota Kepala Staf Presiden (KSP). Relasi ini mempertegas hubungan Juri dan Jokowi.

Di sisi lain, Feri mengungkap juga pengalaman menariknya soal proses seleksi calon Anggota Bawaslu RI. Sebagai salah satu anggota di sebuah WhatsApp grup teman-teman kepemiluan, beredar screenshot dan berbagai foto yang kemudian membangun kecurigaan bahwa proses seleksi Bawaslu sudah ditentukan jauh hari sebelum kelolosannya.

"Dalam grup itu beredar screenshot, foto-foto yang memperlihatkan nama-nama anggota Bawaslu yang lolos. Nama-nama itu disandingkan nama-nama partai, dan kita lihat bahwa nama-nama yang sama kemudian terpilih menjadi anggota Bawaslu di empat hari kemudian," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polemik Ijazah Jokowi,...
Polemik Ijazah Jokowi, Bonatua Silalahi Gugat KPU, Bawaslu, hingga Rektor UGM
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
PKB: Jangan Justru saat...
PKB: Jangan Justru saat Terjadi Politik Uang, Bawaslunya Malah Hilang
Bawaslu Usul Blacklist...
Bawaslu Usul Blacklist Pelaku Money Politics dalam Pemilu, Golkar: Bisa Jadi Alternatif Penegakan Hukum
Chusnul Mariyah Usul...
Chusnul Mar'iyah Usul Bubarkan Bawaslu dan Cabut Wewenang MK Tangani Sengketa Pemilu
Komisi II DPR Bakal...
Komisi II DPR Bakal Panggil KPU Imbas Penggunaan Jet Pribadi
Upaya Minimalkan Politik...
Upaya Minimalkan Politik Uang, Bawaslu Kaji Sistem Transaksi Nontunai
KPU dan Bawaslu Bahas...
KPU dan Bawaslu Bahas Tantangan Digitalisasi Pemilu Menuju Indonesia Emas
Kantor Sekretariat DPD...
Kantor Sekretariat DPD Partai Perindo Puncak Jaya Dibakar, Deiron Kogoya: Pemilukada Sudah Selesai, Pelaku Harus Diusut!
Rekomendasi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga dan KKP Perkuat Penyediaan Energi bagi Nelayan
UEFA Tolak Aturan Kartu...
UEFA Tolak Aturan Kartu Merah Pemain Tutup Mulut
Spanyol Gunduli Austria,...
Spanyol Gunduli Austria, Mikel Oyarzabal Cetak Brace
Berita Terkini
Raih Bisnis Indonesia...
Raih Bisnis Indonesia Award 2026, Angela: MNC Digital Terus Berinovasi di Tengah Tantangan yang Ada
3 Irjen Pol Dimutasi...
3 Irjen Pol Dimutasi Kapolri pada Juni 2026, Ini Nama-namanya
Projo: Praperadilan...
Projo: Praperadilan Roy Suryo Tak Akan Batalkan Pokok Perkara
MNC Digital Entertainment...
MNC Digital Entertainment Raih Penghargaan Bisnis Indonesia Awards 2026 Kategori Media dan Hiburan
Kuasa Hukum Dokter Tifa...
Kuasa Hukum Dokter Tifa Tuding Dakwaan JPU Diskriminatif dan Ada Rekayasa Prosedur
Tim Hotman 911 Laporkan...
Tim Hotman 911 Laporkan Oknum Aparat yang Siksa Perempuan ke Bareskrim
Infografis
10 Film dan Acara TV...
10 Film dan Acara TV yang Meramalkan Masa Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved