Frans Magnis Suseno Soroti Calon Pemimpin yang Tak Peduli Etika

Sabtu, 10 Februari 2024 - 17:56 WIB
loading...
Frans Magnis Suseno...
Konferensi pers Gerakan Nurani Bangsa (GNB) Mendorong Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 Berlandaskan Etika dan Nurani di Graha Oikumene Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Salemba, Jakarta Pusat, Sabtu (10/2/2024) sore. FOTO/MPI/CARLOS ROY FAJARTA
A A A
JAKARTA - Guru Besar Filsafat Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta, Franz Magnis Suseno menyoroti ucapan calon pemimpin bangsa yang tidak mempedulikan etika . Padahal etika merupakan hal yang membedakan antara baik dan buruk.

Hal tersebut disampaikan Franz Magnis Suseno dalam konferensi pers Gerakan Nurani Bangsa (GNB) 'Mendorong Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 berlandaskan etika dan nurani' di Graha Oikumene Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Salemba, Jakarta Pusat, Sabtu (10/2/2024) sore.

"Saya berterima kasih bisa ikut Gerakan Nurani Bangsa. Sudah satu tahun saya mulai mendapatkan perasaan tidak enak. Hampir 24 tahun Reformasi yang mengutamakan hak asasi manusia berdasarkan Pancasila," katanya.

Baca juga: Megawati Ajak Pilih Pemimpin yang Mumpuni: Harus Punya Etika dan Moral

Ia mengaku heran dan khawatir dengan kondisi demokrasi bangsa saat ini yang membuat gelisah hampir semua pihak. "Apakah demokrasi sekarang mau dibongkar kembali oleh tanda-tanda yang kita tahu semua cawe-cawe, tekanan, berpihak," katanya.

Menurut Romo Magnis Suseno menjelaskan, publik memiliki kesadaran bahwa seorang presiden harus betul-betul menjadi pelindung dan pengayom seluruh masyarakat, tidak boleh berpihak.

"Lalu masuk anak presiden yang mendapatkan kedudukan sebagai cawapres (calon wakil presiden) hanya dengan dua pelanggaran etika yang keras," katanya.

Franz Magnis juga heran dengan tidak adanya reaksi dari pemerintah yang ada saat ini. "Yang mengejutkan saya kok tidak ada reaksi dari Presiden dan lain-lain. Kok modelnya seperti anjing menggonggong khafilah berlalu," paparnya.



Ia kemudian membahas ucapan seorang calon pemimpin bangsa yang justru tidak memperdulikan hal tersebut. "Peduli amat yang mereka teriaki di masyarakat ucapan seorang calon yang mungkin bingung atau tertekan saat ditanya mengenai etika. Etika, etika, etika, ndasmu etika," ucap Magnis Suseno menirukan ucapan calon pemimpin tersebut.

Magnis Suseno melihat ada pihak yang ingin membuat ucapan tersebut seperti biasa saja dan tidak perlu dilebih-lebihkan.

"Akan tetapi etika itu membedakan manusia dengan binatang, etika itu membedakan antara baik dan jahat, adil tidak adil, perbuatan terpuji atau tercela. Apakah kita mau menyerahkan negara ini ke tangan yang membuang etika ke tempat sampah," ujarnya.

Terkait gerakan akademisi dan guru besar sejumlah universitas dan sekolah tinggi, Magnis Suseno melihat ada kekhawatiran yang melatarbelakangi akademisi tersebut bersikap.

"Jangan-jangan pemilihan ini mau diatur sedemikian, sehingga hasilnya sudah jelas apa pun yang dipilih oleh rakyat. Itu yang perlu kita cegah, kita ingin menagih bahwa Pemilu ini seperti yang dikatakan teman-teman saya betul-betul jujur adil transparan tanpa intimidasi, di mana rakyat dapat menyatakan pendapatnya, terima kasih," kata Franz Magnis Suseno.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengamat Ingatkan Kepemimpinan...
Pengamat Ingatkan Kepemimpinan Peradi Bukan Sekadar Jabatan, tapi Ujian Etika
KPU Tepis Tudingan Roy...
KPU Tepis Tudingan Roy Suryo Selundupkan Aturan Soal Ijazah untuk Loloskan Gibran
Minta Relawan Tak Terpancing...
Minta Relawan Tak Terpancing Isu Negatif, Gibran: Saya Sendiri Saja Tidak Pernah Menanggapi
Jelang Setahun Pemerintahan...
Jelang Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Wapres Temui Relawan Pendukung
PDIP Ancam Pecat Kader...
PDIP Ancam Pecat Kader yang Tak Jaga Etika dan Cederai Hati Rakyat
Berkaca dari Pilpres...
Berkaca dari Pilpres pada Momen Pemilihan Ketum PSI, Kaesang: Yang Menang Nomor 2
STF Driyarkara Rayakan...
STF Driyarkara Rayakan Dies Natalis ke-57, Angkat Kontribusi Romo Magnis bagi Indonesia
Etika dan Adab Bertamu...
Etika dan Adab Bertamu dalam Islam, Simak di Sini!
7 Etika Bekerja dalam...
7 Etika Bekerja dalam Islam, Simak di Sini!
Rekomendasi
Puluhan Siswa SMAN 48...
Puluhan Siswa SMAN 48 Ikuti Pelatihan Pemantauan Cuaca Jakarta
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Pemprov DKI Gratiskan...
Pemprov DKI Gratiskan Transportasi, Tempat Wisata, hingga Museum pada 22, 27, dan 28 Juni
Berita Terkini
Pengamat: Dugaan Manipulasi...
Pengamat: Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Harus Diusut demi Kepastian Hukum
SOKSI dan P2MI Teken...
SOKSI dan P2MI Teken MoU Dorong Pekerja Migran Terampil
Soroti Isu Reformasi...
Soroti Isu Reformasi Jilid II, Sekjen Cipayung Plus: Tantangan Saat Ini Berbeda dengan 1998
Gibran Ajak Mahasiswa...
Gibran Ajak Mahasiswa Kunker ke Ende hingga Papua
Soroti Masalah Bangsa,...
Soroti Masalah Bangsa, Jaringan Cendekiawan Muda Ajukan 7 Tuntutan
Periksa Sony Sonjaya,...
Periksa Sony Sonjaya, Kejagung Dalami Pengajuan Justice Collaborator
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved