Denny JA: Menilai Kredibilitas Lembaga Survei Bisa Lewat Jejak Digital
Rabu, 07 Februari 2024 - 16:28 WIB
loading...
A
A
A
Dituturkan Denny, program lembaga survei tentu saja berbeda dengan program konsultan politik. Kerja lembaga survei hanyalah riset, baik melalui survei, Focus Group Discussion (FGD), media analysis, indepth interview, dan lain sebagainya.
Sedangkan program konsultan politik jauh lebih kompleks. Di samping ia menghasilkan data elektabilitas secara berkala, ia harus membuatkan buku putuh strategi pemenangan.
"Konsultan politik selalu disibukkan dengan pertanyaan: bagaimana menambah dukungan pemilih untuk klien berdasarkan aneka segmentasi pemilih," ucapnya.
Konsultan politik pun menyiapkan tim khusus untuk terjun ke lapangan, mengubah opini publik, secara door to door, datang ke rumah-rumah penduduk, hingga ke pedalaman desa yang terpencil.
Konsultan politik juga membuatkan aneka iklan-iklan untuk media ataupun ruang publik. Tak ketinggalan di hari pemilu, acapkali konsultan politik menyediakan tim besar mengajak pemilih datang ke TPS, terutama dari basis pendukung klien.
"Lembaga survei paling banyak mempekerjakan ratusan orang saja. Tapi kansultan politik untuk pilpres bisa mempekerjakan ribuan orang dari Aceh sampai Papua," paparnya.
Dia menambahkan LSI Denny JA memiliki divisi lembaga survei dan divisi konsultan politik. Yang acapkali tampil di media, dalam publikasi hasil riset atau talk show di TV adalah divisi lembaga survei. Sementara divisi konsultan politik bekerja di balik layar, di lapangan.
Baca juga: 63 Lembaga Survei Pemilu 2024 Mendaftar ke KPU, Ini Rinciannya
"Di era pemilu langsung, capres dan cawapres (juga gubernur, wali kota, bupati) memerlukan lembaga survei untuk berdiri di sebelah kirinya dan konsultan politik untuk tegak di sebelah kanannya," tutup Denny JA.
Sedangkan program konsultan politik jauh lebih kompleks. Di samping ia menghasilkan data elektabilitas secara berkala, ia harus membuatkan buku putuh strategi pemenangan.
"Konsultan politik selalu disibukkan dengan pertanyaan: bagaimana menambah dukungan pemilih untuk klien berdasarkan aneka segmentasi pemilih," ucapnya.
Konsultan politik pun menyiapkan tim khusus untuk terjun ke lapangan, mengubah opini publik, secara door to door, datang ke rumah-rumah penduduk, hingga ke pedalaman desa yang terpencil.
Konsultan politik juga membuatkan aneka iklan-iklan untuk media ataupun ruang publik. Tak ketinggalan di hari pemilu, acapkali konsultan politik menyediakan tim besar mengajak pemilih datang ke TPS, terutama dari basis pendukung klien.
"Lembaga survei paling banyak mempekerjakan ratusan orang saja. Tapi kansultan politik untuk pilpres bisa mempekerjakan ribuan orang dari Aceh sampai Papua," paparnya.
Dia menambahkan LSI Denny JA memiliki divisi lembaga survei dan divisi konsultan politik. Yang acapkali tampil di media, dalam publikasi hasil riset atau talk show di TV adalah divisi lembaga survei. Sementara divisi konsultan politik bekerja di balik layar, di lapangan.
Baca juga: 63 Lembaga Survei Pemilu 2024 Mendaftar ke KPU, Ini Rinciannya
"Di era pemilu langsung, capres dan cawapres (juga gubernur, wali kota, bupati) memerlukan lembaga survei untuk berdiri di sebelah kirinya dan konsultan politik untuk tegak di sebelah kanannya," tutup Denny JA.
(kri)
Lihat Juga :