Polri Ungkap 9 Kasus Narkoba Paling Menonjol Selama 2024, Salah Satunya Sindikat Fredy Pratama
Rabu, 07 Februari 2024 - 17:09 WIB
loading...
Polri menjelaskan, selama Januari hingga Februari 2024, berhasil mengungkap sebanyak 3.881 laporan polisi dan menangkap sebanyak 5.701 tersangka. Foto/Riana Rizkia/MPI
A
A
A
JAKARTA - Kepala Satgas (Kasatgas) Penanggulangan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P3GN) Polri , Irjen Asep Edi Suheri mengungkap, selama Januari hingga Februari 2024, pihaknya berhasil mengungkap sebanyak 3.881 laporan polisi dan menangkap sebanyak 5.701 tersangka.
Asep menjelaskan, dari ribuan laporan polisi tersebut, ada sembilan kasus narkoba yang paling menonjol, salah satunya merupakan sindikat narkoba jaringan internasional, Fredy Pratama.
Adapun kasus pertama, kata Asep, adalah pengungkapan kasus narkotika dengan barang bukti narkotika jenis sabu dengan berat total seberat 140 kilogram dan 150.206 butir ekstasi oleh Ditresnarkoba Polda Sumsel.
"(Yang kedua) pengungkapan kasus narkotika dengan barang bukti narkotika jenis shabu dengan berat total seberat 91 kilogram dan 44.000 butir ekstasi oleh Ditrersnarkoba Polda Sumut," kata Asep saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (7/2/2024).
Kemudian yang ketiga, adalah pengungkapan kasus narkoba yang berkaitan dengan jaringan internasional Fredy Pratama.Baca juga: Begini Tampang Fredy Pratama Bos Narkotika Jaringan Internasional
"Pengungkapan kasus narkoba dengan barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 88 kg di area pemeriksaan seaport interdiction Bakau Heni Lampung Selatan, hasil kerja sama Satres Narkoba Lampung selatan dan Ditresnarkoba Polda Lampung pada penyelidikan lebih lanjut diketahui bahwa sindikat ini terkait dengan sindikat Fredy Pratama," katanya.
"(Keempat) pengungkapan kasus narkotika dengan barang bukti narkotika jenis sabu dengan berat total seberat 52 kilogram Ditresnarkoba Polda Jambi," sambungnya.
Asep menjelaskan, dari ribuan laporan polisi tersebut, ada sembilan kasus narkoba yang paling menonjol, salah satunya merupakan sindikat narkoba jaringan internasional, Fredy Pratama.
Adapun kasus pertama, kata Asep, adalah pengungkapan kasus narkotika dengan barang bukti narkotika jenis sabu dengan berat total seberat 140 kilogram dan 150.206 butir ekstasi oleh Ditresnarkoba Polda Sumsel.
"(Yang kedua) pengungkapan kasus narkotika dengan barang bukti narkotika jenis shabu dengan berat total seberat 91 kilogram dan 44.000 butir ekstasi oleh Ditrersnarkoba Polda Sumut," kata Asep saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (7/2/2024).
Kemudian yang ketiga, adalah pengungkapan kasus narkoba yang berkaitan dengan jaringan internasional Fredy Pratama.Baca juga: Begini Tampang Fredy Pratama Bos Narkotika Jaringan Internasional
"Pengungkapan kasus narkoba dengan barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 88 kg di area pemeriksaan seaport interdiction Bakau Heni Lampung Selatan, hasil kerja sama Satres Narkoba Lampung selatan dan Ditresnarkoba Polda Lampung pada penyelidikan lebih lanjut diketahui bahwa sindikat ini terkait dengan sindikat Fredy Pratama," katanya.
"(Keempat) pengungkapan kasus narkotika dengan barang bukti narkotika jenis sabu dengan berat total seberat 52 kilogram Ditresnarkoba Polda Jambi," sambungnya.
Lihat Juga :