Atasi Masalah Lingkungan, Wamen LHK Tekankan Kolaborasi dan Kerja Sama
Selasa, 06 Februari 2024 - 17:13 WIB
loading...
Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Wamen LHK), Alue Dohong, pimpin penanaman bambu sebagai bagian dari gerakan penanaman pohon serentak. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Wamen LHK), Alue Dohong, pimpin penanaman bambu sebagai bagian dari gerakan penanaman pohon serentak. Hal ini dilakukan di Kebun Raya Bambu Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Senin 5 Februari 2024.
Penanaman bambu ini sejalan dengan rangkaian kegiatan penanaman pohon yang telah dilakukan pada 30 Desember 2023, sekaligus melaksanakan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk terus melakukan penanaman di sepanjang musim penghujan tahun 2023-2024.
Kegiatan tersebut merupakan wujud realisasi dari kolaborasi pentahelix yang meliputi Pemerintah Pusat dan Daerah, komunitas masyarakat, dunia usaha, generasi muda, akademisi, dan media.
"Gerakan Menanam Pohon sekaligus menjadi salah satu langkah efektif menghadapi triple planetary crisis yaitu, perubahan iklim, polusi, dan ancaman kehilangan keanekaragaman hayati," kata Wamen LHK Alue Dohong dalam keterangannya, Selasa (6/2/2024).
"Ketiganya saling terkait dan sangat mendesak untuk diatasi. Dalam situasi krisis seperti ini, kita harus mengedepankan paradigma kolaborasi dan kerja sama," tambahnya.
Penanaman bambu ini sejalan dengan rangkaian kegiatan penanaman pohon yang telah dilakukan pada 30 Desember 2023, sekaligus melaksanakan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk terus melakukan penanaman di sepanjang musim penghujan tahun 2023-2024.
Kegiatan tersebut merupakan wujud realisasi dari kolaborasi pentahelix yang meliputi Pemerintah Pusat dan Daerah, komunitas masyarakat, dunia usaha, generasi muda, akademisi, dan media.
"Gerakan Menanam Pohon sekaligus menjadi salah satu langkah efektif menghadapi triple planetary crisis yaitu, perubahan iklim, polusi, dan ancaman kehilangan keanekaragaman hayati," kata Wamen LHK Alue Dohong dalam keterangannya, Selasa (6/2/2024).
"Ketiganya saling terkait dan sangat mendesak untuk diatasi. Dalam situasi krisis seperti ini, kita harus mengedepankan paradigma kolaborasi dan kerja sama," tambahnya.
Lihat Juga :