Ganjar Beberkan Gagasan Pendidikan dan Kebudayaan, Pengamat: Paslon Nomor 3 Ini Luar Biasa
Senin, 05 Februari 2024 - 11:06 WIB
loading...
Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo saat debat pamungkas Pilpes 2024 yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Minggu (4/2/2024) malam. FOTO/MPI/ALDHI CHANDRA
A
A
A
JAKARTA - Calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo , yang juga diusung oleh Partai Perindo, memaparkan gagasannya memajukan bidang pendidikan dan kebudayaan saat terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia (RI). Hal ini dipaparkan Ganjar saat debat pamungkas Pilpes 2024 yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Minggu (4/2/2024) malam.
Mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode itu menjelaskan, untuk memajukan pendidikan harus dilakukan dengan pemberian akses, fasilitas, dan kurikulum yang baik, serta memerhatikan nasib guru dan pendidik. Tanpa itu semua, mustahil pendidikan di Indonesia akan menjadi labih baik dan maju.
"Kalau semua itu sudah baik, Bapak-Ibu, maka pendidikan dan kebudayaan mesti kita bangun bersama-sama. Akses pendidikan yang baik, lebih inklusi, kemudian kurikulum yang mantap, dan tentu saja fasilitas yang diberikan harus dapat memberikan akses terbaik untuk anak-anak didik kita, termasuk nasib guru dan dosen," ucapnya.
Pembangunan pendidikan dan kebudayaan nantinya akan diikuti dengan memerhatikan isu kelompok perempuan dan penyandang disabilitas. Dalam hal ini, sekolah harus inklusif dan peserta didik, baik laki-laki maupun perempuan tidak mendapat perlakuan diskriminatif.
Mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode itu menjelaskan, untuk memajukan pendidikan harus dilakukan dengan pemberian akses, fasilitas, dan kurikulum yang baik, serta memerhatikan nasib guru dan pendidik. Tanpa itu semua, mustahil pendidikan di Indonesia akan menjadi labih baik dan maju.
"Kalau semua itu sudah baik, Bapak-Ibu, maka pendidikan dan kebudayaan mesti kita bangun bersama-sama. Akses pendidikan yang baik, lebih inklusi, kemudian kurikulum yang mantap, dan tentu saja fasilitas yang diberikan harus dapat memberikan akses terbaik untuk anak-anak didik kita, termasuk nasib guru dan dosen," ucapnya.
Pembangunan pendidikan dan kebudayaan nantinya akan diikuti dengan memerhatikan isu kelompok perempuan dan penyandang disabilitas. Dalam hal ini, sekolah harus inklusif dan peserta didik, baik laki-laki maupun perempuan tidak mendapat perlakuan diskriminatif.
Lihat Juga :