Komnas HAM Ungkap Nasib Miris Pekerja Migran di Negara yang Terapkan Lockdown

Kamis, 30 April 2020 - 21:05 WIB
loading...
Komnas HAM Ungkap Nasib...
WNI yang menjadi anak buah kapal pesiar MV Dream Explorer tiba di Pelabuhan JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (29/4/2020). Sebelum dibawa menuju hotel untuk menjalani isolasi mandiri, 359 WNI tersebut menjalani rapid test. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/aww.
A A A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 memengaruhi kehidupan warga negara Indonesia yang berada di luar negeri, terutama Pekerja Migran Indonesia (PMI). Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menemukan fakta yang cukup miris tentang kondisi PMI di tengah pembatasan sosial dan lockdown di negara tempat mereka bekerja.

Analis Kebijakan Ahli Komnas HAM Kania Rahma Nureda mengungkapkan, ada ratusan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia yang terkurung dalam bangunan. Mereka tidak bisa keluar karena Negeri Jiran itu tengah menerapkan lockdown.

"Makan rumput untuk bertahan hidup," ujarnya dalam Laporan Perkembangan Pelaksanaan 18 Rekomendasi Kebijakan Perspektif HAM dalam Tata Kelola Penanggulangan Covid-19 di Jakarta.

Dia menuturkan, ada 1 juta PMI di Malaysia yang terancam kelaparan karena penyaluran sembako terhalang movement control order (MCO) atau pembatasan pergerakan. Sementara itu, PMI di Singapura berdesakan di kamar asrama yang sempit. Keadaan ini membuat mereka sulit melakukan physical distancing.

Keadaan PMI di Hong Kong lebih banyak yang terkena pemutusan kontrak karena majikannya dirumahkan oleh perusahaan. PMI asal Banten di Timur Tengah makan hanya tiga kali dalam seminggu. (Baca juga: Jokowi Minta Pengiriman Sembako untuk Pekerja Migran Dilanjutkan ).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
RUU HAM Diyakini Perkuat...
RUU HAM Diyakini Perkuat Independensi Komnas HAM, Kembalikan sebagai Rumah Aktivis dan Pembela HAM
Ratifikasi Konvensi...
Ratifikasi Konvensi ILO 188, Perlindungan Pekerja Laut Perlu Diperkuat
Prihatin Kapal TKI Ilegal...
Prihatin Kapal TKI Ilegal Tenggelam di Malaysia, DPR: Ada Indikasi Kuat Pelanggaran HAM
KBRI Kuala Lumpur Pulangkan...
KBRI Kuala Lumpur Pulangkan 3.570 WNI dari Malaysia
Yusril: Fungsi Pengawasan...
Yusril: Fungsi Pengawasan dan Penegakan Komnas HAM Tak Bisa Diambil Pemerintah
Roy Suryo dan dr Tifa...
Roy Suryo dan dr Tifa Layangkan Surat ke Komnas HAM Senin, Ini Isinya
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
5 Putusan Rasulullah...
5 Putusan Rasulullah SAW tentang Hak Asuh Anak Setelah Perceraian
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
SDH Depok Komitmen Bangun...
SDH Depok Komitmen Bangun Pendidikan Karakter hingga Pengembangan Kepemimpinan
Berita Terkini
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved