Dukung Pemilu 2024 Damai, Lora-Santri Madura Gelar Istigasah dan Dzikir Akbar
Rabu, 31 Januari 2024 - 20:15 WIB
loading...
A
A
A
“Kedua, dan tak kalah penting, istigasah dan dzikir dalam rangka bermunajat untuk membawa suasana Pemilu 2024 bebas dari keretakan sosial, disintegrasi, dan perpecahan dalam masyarakat. Kita mengetuk jalur langit dengan harapan proses Pemilu 2024 berjalan aman, sejuk, damai, dan berkualitas,” terang Adam.
Dijelaskan Adam, Pemilu 2024 merupakan proses politik dalam rangka memilih calon pemimpin eksekutif hingga legislatif. Tentu, pemilihan pemimpin akan selalu ada percik konflik. Namun begitu, lanjut dia, kedewasaan politik harus menguatkan masyarakat sebagai pemilih untuk tetap berpegang pada prinsip persaudaraan dan keadaban.
“Berbeda pilihan tentu saja boleh. Tetapi, dalam proses pemilu, perbedaan pilihan jangan sampai menjadi alasan permusuhan dan konflik horisontal dalam masyarakat. Menghargai pilihan politik dengan tetap mengedepankan keadaban, persaudaraan, dan welas asih,” terangnya.
Sementara itu, Ketua MWC NU Giliraja, Ach Fauzan menerangkan ikhtiar untuk menyejukkan Pemilu 2024 juga menjadi tanggung jawab semua orang, tidak hanya pemerintah. Nahdlatul Ulama Giliraja, lanjutnya, juga bertanggung jawab untuk meminimalisir potensi kerusuhan, permusuhan, dan disintegrasi masyarakat jelang dan pasca pemilu.
“Kami mengajak semua orang, tokoh agama, pemangku kebijakan, masyarakat umum, untuk bersama-sama mengawal Pemilu 2024 besok tetap aman tanpa permusuhan. Kami berharap, kiai dan santri nahdliyin di setiap dusun dan kampung mampu mengajak masyarakat untuk memilih dengan santun dan damai,” terang dia.
Dijelaskan Adam, Pemilu 2024 merupakan proses politik dalam rangka memilih calon pemimpin eksekutif hingga legislatif. Tentu, pemilihan pemimpin akan selalu ada percik konflik. Namun begitu, lanjut dia, kedewasaan politik harus menguatkan masyarakat sebagai pemilih untuk tetap berpegang pada prinsip persaudaraan dan keadaban.
“Berbeda pilihan tentu saja boleh. Tetapi, dalam proses pemilu, perbedaan pilihan jangan sampai menjadi alasan permusuhan dan konflik horisontal dalam masyarakat. Menghargai pilihan politik dengan tetap mengedepankan keadaban, persaudaraan, dan welas asih,” terangnya.
Sementara itu, Ketua MWC NU Giliraja, Ach Fauzan menerangkan ikhtiar untuk menyejukkan Pemilu 2024 juga menjadi tanggung jawab semua orang, tidak hanya pemerintah. Nahdlatul Ulama Giliraja, lanjutnya, juga bertanggung jawab untuk meminimalisir potensi kerusuhan, permusuhan, dan disintegrasi masyarakat jelang dan pasca pemilu.
“Kami mengajak semua orang, tokoh agama, pemangku kebijakan, masyarakat umum, untuk bersama-sama mengawal Pemilu 2024 besok tetap aman tanpa permusuhan. Kami berharap, kiai dan santri nahdliyin di setiap dusun dan kampung mampu mengajak masyarakat untuk memilih dengan santun dan damai,” terang dia.
Lihat Juga :