Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Stagnan, Ganjar: Kita Tidak Serius Berantas Koruptor
Rabu, 31 Januari 2024 - 15:56 WIB
loading...
Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo menyoroti Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia yang turun. Foto/MPI
A
A
A
KALIMANTAN - Calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo menyoroti Indeks Persepsi Korupsi (IPK) atau Corruption Perception Index (CPI) Indonesia yang turun. Ganjar menilai, hal itu menunjukkan Indonesia tidak serius memberantas korupsi.
Pernyataan tersebut disampaikan Ganjar saat menemui kalangan Milenial dan Gen Z di Pontianak Convention Center (PCC) Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (31/1/2024) siang.
Dalam acara bertema “Sehari Bersama Ganjar (Sejajar)” Ganjar dengan penuh semangat menjawab pertanyaan anak-anak muda yang antusias ingin mengetahui sejauh mana upaya pemberantasan korupsi dan komitmen pasangan Ganjar-Mahfud mencegah perilaku koruptif.
Baca juga: Bertemu Ganjar, Anak Muda Pontianak Kenakan Pita Hitam Ungkap Nasib Demokrasi
Mengenakan kemeja putih bertuliskan Sat-Set yang dibalut rompi warna hitam, Gubernur Jawa Tengah dua periode itu, 2013-2018 dan 2018 – 2023 mengatakan, tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) dan transparansi pelayanan publik berbasis digital di berbagai sektor wajib ditingkatkan.
Ganjar menyebut saat ini IPK Indonesia berada di angka 34 pada 2023. Angka ini stagnan atau tidak berubah dibanding tahun lalu. IPK di angka 34 membuat peringkat Indonesia merosot menjadi 115 dari 180 negara yang disurvei 2023. Sementara itu, pada 2022, peringkat Indonesia berada pada angka 110 dari 180 negara.
Baca juga: Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Stagnan, Ganjar: Panglimanya Tidak Lagi Hukum, tapi Politik
Pernyataan tersebut disampaikan Ganjar saat menemui kalangan Milenial dan Gen Z di Pontianak Convention Center (PCC) Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (31/1/2024) siang.
Dalam acara bertema “Sehari Bersama Ganjar (Sejajar)” Ganjar dengan penuh semangat menjawab pertanyaan anak-anak muda yang antusias ingin mengetahui sejauh mana upaya pemberantasan korupsi dan komitmen pasangan Ganjar-Mahfud mencegah perilaku koruptif.
Baca juga: Bertemu Ganjar, Anak Muda Pontianak Kenakan Pita Hitam Ungkap Nasib Demokrasi
Mengenakan kemeja putih bertuliskan Sat-Set yang dibalut rompi warna hitam, Gubernur Jawa Tengah dua periode itu, 2013-2018 dan 2018 – 2023 mengatakan, tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) dan transparansi pelayanan publik berbasis digital di berbagai sektor wajib ditingkatkan.
Ganjar menyebut saat ini IPK Indonesia berada di angka 34 pada 2023. Angka ini stagnan atau tidak berubah dibanding tahun lalu. IPK di angka 34 membuat peringkat Indonesia merosot menjadi 115 dari 180 negara yang disurvei 2023. Sementara itu, pada 2022, peringkat Indonesia berada pada angka 110 dari 180 negara.
Baca juga: Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Stagnan, Ganjar: Panglimanya Tidak Lagi Hukum, tapi Politik
Lihat Juga :