E-KTP Tercecer, Politikus PKS Minta Kemendagri Tanggung Jawab

Senin, 28 Mei 2018 - 09:35 WIB
E-KTP Tercecer, Politikus...
E-KTP Tercecer, Politikus PKS Minta Kemendagri Tanggung Jawab
A A A
JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) diminta bertanggung jawab atas kasus kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) yang terjatuh di Jalan Raya Salabenda, Semplak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sebab, negara wajib menjaga dan melindungi kerahasiaan dokumen.

"Meski diduga E-KTP tersebut produk gagal namun datanya tetap tercantum. Ini sangat mungkin disalahgunakan. Kemendagri harus bertanggungjawab," kata Anggota Komisi II DPR Sutriyono dalam keterangan tertulisnya, Senin (28/5/2018).

Menurut dia, Kemendagri tidak cukup memberikan sanksi pada pejabat paling bawah. "Presiden harus mengambil tindakan yang tegas agar tidak terulang kembali dikemudian hari. Ini yang sudah kedua kalinya. Presiden harus ambil tindakan," ujar Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Dia pun menyoroti Pernyataan Menteri Dalam Negeri Mendagri (Mendagri) Tjahjo Kumolo yang menduga kasus e-KTP yang terjatuh di Jalan Raya Salabenda, Semplak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat itu karena unsur kesengajaan. "Komisi II DPR RI akan meminta penjelasan lebih lanjut kepada Kemendagri tentang kesimpulan sabotase tersebut," ujarnya.

Karena, lanjut dia, DPR perlu mengetahui dan meminta pertanggungjawaban pemerintah terkait dugaan sabotase tersebut. "Jika ini memang terjadi, ada persoalan serius, organ pemerintah bisa disabotase. Berarti ada persoalan security serius dalam hal ini," pungkasnya.
(pur)
Berita Terkait
Kemendagri Peringatkan...
Kemendagri Peringatkan Disdukcapil Jangan Tolak Rekam Cetak e-KTP Luar Domisili
Perekaman E-KTP Masih...
Perekaman E-KTP Masih Dilayani, Petugas Wajib Gunakan APD
Dirjen Dukcapil Tegaskan...
Dirjen Dukcapil Tegaskan Trangender Harus Gunakan Nama Asli di E-KTP
Cara dan Syarat Pindah...
Cara dan Syarat Pindah Domisili Antar Provinsi, Perlu Dilengkapi SKP
Tahun 2021 Kemendagri...
Tahun 2021 Kemendagri Targetkan Rekam Data 5,7 Juta e-KTP 
Data Pemilih di KPU...
Data Pemilih di KPU Dikabarkan Bocor, Dukcapil Pastikan Server E-KTP Aman
Berita Terkini
Prabowo-Narendra Modi...
Prabowo-Narendra Modi Siap Teken 8 Kerja Sama, Pertahanan hingga Teknologi
Praperadilan Tersangka...
Praperadilan Tersangka Kasus Haji Asrul Azis Ditolak, KPK: Lanjutkan Penyidikan
3 Polisi Satresnarkoba...
3 Polisi Satresnarkoba Polres Katingan yang Gugur Terima Kenaikan Pangkat Luar Biasa
Soroti Survei Terbuka...
Soroti Survei Terbuka IndexMundi, Burhanuddin Muhtadi Beberkan Cacat Metodologi Riset Online
KY Bakal Tindak Lanjuti...
KY Bakal Tindak Lanjuti Laporan Kubu Nadiem Makarim
Dugaan Korupsi Pasokan...
Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara, Polri: Negara Rugi Rp5 Triliun Akibat Pemadaman Listrik
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved