Hukum di Indonesia Tidak Jalan, Sofjan Wanandi Sebut Ganjar-Mahfud Pasangan Terbaik
Minggu, 28 Januari 2024 - 20:51 WIB
loading...
Pengusaha senior Sofjan Wanandi bersama sejumlah tokoh lain menghadiri talkshow yang digelar Alumni SMA Top GUN di Triboon Jeruk Purut, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (28/1/2024). FOTO/MPI/ARI SANDITA
A
A
A
JAKARTA - Mantan aktivis sekaligus pengusaha senior, Sofjan Wanandi menyoroti persoalan hukum yang terjadi di Indonesia saat ini. Dia lantas menyebut capres-cawapres, Ganjar Pranowo-Mahfud MD merupakan pasangan terbaik dari 2 paslon lainnya.
Menurutnya, masyarakat Indonesia sejatinya yang menentukan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) dilakukan dalam waktu 5 tahun. Sebabnya, Indonesia tak mau mengulangi seperti di zaman Presiden Soeharto, yang mana tahun memimpin bangsa Indonesia, tapi akhirnya hancur juga.
"Itu yang kita ubah dalam zaman Reformasi, di mana kita membatasi presiden itu tak boleh lebih dari 2 kali dan kita memilih pada saat itu ke demokrasi dengan Reformasi itu," tutur dalam talkshow yang digelar Alumni SMA Top GUN di Triboon Jeruk Purut, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Minggu (28/1/2024).
"Sekarang, kita harus menentukan pemimpin kita, di mana Indonesia itu sama sekali, kita lihat hukum kita ini, sama sekali tak jalan. Kita mau memperbaiki Reformasi, yang terjadi apa, seolah-olah presiden ini di atas hukum semua, ini yang dialami oleh kita dalam waktu sekarang ini," katanya.
Sofjan mengungkap, hukum di Indonesia saat ini masih belum berjalan dengan baik. Maka itu, Pemilu 2024 sangat penting lantaran menjadi penentu sosok Presiden dan Wakil Presiden berikutnya yang bisa menegakan hukum di Indonesia berjalan dengan baik.
Di samping itu, Pemilu 2024 tersebut menjadi penentu masa depan rakyat Indonesia sendiri ke depannya. Dia menilai pasangan Ganjar-Mahfud merupakan pasangan terbaik dari tiga pasangan lainnya.
Menurutnya, masyarakat Indonesia sejatinya yang menentukan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) dilakukan dalam waktu 5 tahun. Sebabnya, Indonesia tak mau mengulangi seperti di zaman Presiden Soeharto, yang mana tahun memimpin bangsa Indonesia, tapi akhirnya hancur juga.
"Itu yang kita ubah dalam zaman Reformasi, di mana kita membatasi presiden itu tak boleh lebih dari 2 kali dan kita memilih pada saat itu ke demokrasi dengan Reformasi itu," tutur dalam talkshow yang digelar Alumni SMA Top GUN di Triboon Jeruk Purut, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Minggu (28/1/2024).
"Sekarang, kita harus menentukan pemimpin kita, di mana Indonesia itu sama sekali, kita lihat hukum kita ini, sama sekali tak jalan. Kita mau memperbaiki Reformasi, yang terjadi apa, seolah-olah presiden ini di atas hukum semua, ini yang dialami oleh kita dalam waktu sekarang ini," katanya.
Sofjan mengungkap, hukum di Indonesia saat ini masih belum berjalan dengan baik. Maka itu, Pemilu 2024 sangat penting lantaran menjadi penentu sosok Presiden dan Wakil Presiden berikutnya yang bisa menegakan hukum di Indonesia berjalan dengan baik.
Di samping itu, Pemilu 2024 tersebut menjadi penentu masa depan rakyat Indonesia sendiri ke depannya. Dia menilai pasangan Ganjar-Mahfud merupakan pasangan terbaik dari tiga pasangan lainnya.
Lihat Juga :