Wamen ATR/BPN Raja Juli Antoni, Aktivis Berdarah Riau yang Kini Jadi Politikus

Minggu, 28 Januari 2024 - 16:02 WIB
loading...
Wamen ATR/BPN Raja Juli...
Raja Juli Antoni atau yang akrab disapa Raja Antoni merupakan satu-satunya Wakil Menteri (Wamen) sepanjang sejarah Republik Indonesia yang berdarah melayu Riau. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Raja Juli Antoni atau yang akrab disapa Raja Antoni merupakan satu-satunya Wakil Menteri (Wamen) sepanjang sejarah Republik Indonesia yang berdarah melayu Riau. Pria kelahiran Pekanbaru, Riau, pada 13 Juli 1977 ini sempat mengemban pendidikan di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut selama enam tahun.

Pada tahun 2000, Raja Antoni menyelesaikan pendidikan dan memperoleh gelajar Sarjana Agama dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Tidak hanya berkuliah, Raja Antoni juga terlibat dalam dunia aktivisme sosial melalui organisasi bernama Ikatan Pelajar Muhammadiyah hingga menjadi Ketua Umum tingkat nasional pada periode 2000-2002.

Di tahun 2004, ia menuntut ilmu di the University of Bradford, United Kingdom lebih tepatnya pada Departemen Studi Perdamaian (Department of Peace Studies) dengan beasiswa Chevening Award. Sebagai salah satu syarat lulusnya, tesis yang ia susun membahas tentang proses resolusi konflik Aceh.

Sepulang dari Inggris pada 2004, Raja Antoni dipercaya oleh Buya Syafii Maarif untuk memimpin Maarif Institute for Culture and Humanity, yakni sebuah lembaga pemikiran dan advokasi untuk mewujudkan praksis Islam yang egaliter, nondiskriminasi, toleran, dan inklusif. Tahun 2005, Ia juga diamanahi sebagai Sekretaris Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Baca juga: Dilantik Jadi Wamen ATR/BPN, Raja Juli: Diminta Selesaikan Konflik Agraria

Merasa tidak cukup dengan keilmuannya, Raja Juli Antoni kembali melanjutkan pendidikannya ke jenjang studi doctor pada tahun 2010. Atas usaha yang diberikan, ia kembali mendapat beasiswa, kali ini dari Australian Development Scholarship (ADS).

Pada jenjang ini, ia menentukan fokus studinya pada ilmu politik dan studi internasional yang kemudian sukses lulus serta memperoleh gelar Ph.D di University of Queensland, Australia. Adapun disertasi doktornya mengenai perbandingan proses perdamaian di Maluku, Indonesia, dan Mindanao, Filipina Selatan.

Sepulang dari Australia pada 2014, Raja Antoni menjadi Direktur Eksekutif The Indonesian Institute for Public Policy (TII), salah satu lembaga penelitian ternama dalam studi kebijakan publik. Selain itu, Raja Juli Antoni juga cukup aktif menulis dan menyuarakan aspirasinya pada berbagai media yang tersedia.

Pada tahun 2015, Raja Antoni mundur dari pencalonan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada Muktamar ke 46 di Makassar, Sulawesi Selatan. Pada tahun yang sama, Raja Antoni bersama beberapa koleganya mendirikan partai baru, yaitu Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di mana Ia langsung didapuk menjadi Sekretaris Jenderal. Pada Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) tahun 2019, ia tergabung dalam Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Pada Juni 2022, atas kiprahnya selama ini, Raja Antoni diberikan amanah oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo untuk membantu Menteri ATR/Kepala BPN, Hadi Tjahjanto dalam menjalankan tugas-tugasnya. Resmi dilantik pada 15 Juni 2022, Raja Antoni kini dapat menuangkan ilmu, ide, gagasan, serta beragam inovasi dalam bidang pertanahan dan tata ruang.

Pada 2023 hingga sekarang, selain menjadi Wakil Menteri, Raja Antoni juga diminta kembali untuk menjadi Sekretaris Jenderal mendampingi Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia yaitu Kaesang Pangarep.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Kronologi Wamen Imipas...
Kronologi Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK
Kemenhut-ITTO Perkuat...
Kemenhut-ITTO Perkuat Kerja Sama Pengelolaan Hutan Lestari dan Industri Kayu Tropis
Miliki 23% Mangrove...
Miliki 23% Mangrove Dunia, Menhut Dorong Penguatan Kolaborasi Riset dan Inovasi
Tegas Tak Beri Izin...
Tegas Tak Beri Izin Perusahaan Tebang Kayu, Presiden Prabowo Apresiasi Menhut
Kemenhut-Jepang Bahas...
Kemenhut-Jepang Bahas Kerja Sama Sister Park Wujudkan Taman Nasional Berkelas Dunia
3 Mantan Kapolda Jabar...
3 Mantan Kapolda Jabar yang Duduk di Kabinet Prabowo, 1 di Antaranya Wakapolri
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
Pendakian Gunung Meningkat,...
Pendakian Gunung Meningkat, Menhut Siapkan Pengaturan untuk Cegah Kecelakaan dan Sampah
Rekomendasi
Indonesia Bakal Ciptakan...
Indonesia Bakal Ciptakan BBM Baru E20, Butuh 4 Juta KL Etanol per Tahun
Telkom Pacu Pertumbuhan...
Telkom Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan Melalui Penguatan Tata Kelola Korporasi dan Kapabilitas Manajerial
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Berita Terkini
Roy Suryo Ngamuk Sidang...
Roy Suryo Ngamuk Sidang Praperadilannya Disusupi Termul
Soroti Kematian 5 Calon...
Soroti Kematian 5 Calon Manajer Kopdes, Pimpinan Komisi XIII DPR Dorong Komnas HAM Investigasi
Pakar Hukum: Konsep...
Pakar Hukum: Konsep Presisi Jadi Kunci Meningkatnya Kepercayaan Publik kepada Polri
Narkoba, Masa Depan...
Narkoba, Masa Depan Bangsa, dan Kerja Sama Internasional
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan Roy Suryo Dimulai, Hakim Ungkap Jadwal Setiap Persidangan
Pemerintah Ajukan RUU...
Pemerintah Ajukan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber ke DPR, Atur Mekanisme Penyidikan dan Sanksi
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved