Miliki 23% Mangrove Dunia, Menhut Dorong Penguatan Kolaborasi Riset dan Inovasi
Selasa, 12 Mei 2026 - 09:20 WIB
loading...
Menhut Raja Juli Antoni menghadiri Sidang ke-21 United Nations Twenty-first United Nations Forum on Forests di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan peran strategis Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama dunia dalam pelestarian ekosistem mangrove . Saat ini, Indonesia memiliki sekitar 23% dari total luas mangrove global, yang terbesar di dunia,
Hal itu disampaikan Raja Juli saat Sidang ke-21 United Nations Twenty-first United Nations Forum on Forests di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Senin, 11 Mei 2026 waktu setempat.
“Indonesia menempatkan mangrove sebagai aset penting bagi aksi iklim, ketahanan pesisir, dan konservasi keanekaragaman hayati,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).
Melalui inisiatif World Mangrove Center, Indonesia mengajak masyarakat internasional untuk memperkuat kemitraan global, memperluas kolaborasi riset dan inovasi, serta mendorong aksi nyata bagi perlindungan dan restorasi mangrove dunia secara berkelanjutan.
Baca juga: Restorasi Bakau Penting untuk Pemulihan Lingkungan Pesisir
“Sekitar 80% dari ekosistem mangrove di Indonesia berada di bawah wilayah kewenangan Kementerian Kehutanan,” tegasnya.
Oleh karena itu, Indonesia berkomitmen untuk memimpin upaya global dalam memanfaatkan potensi mangrove guna mendukung aksi iklim, meningkatkan ketahanan pesisir, serta menjaga konservasi keanekaragaman hayati.
Hal itu disampaikan Raja Juli saat Sidang ke-21 United Nations Twenty-first United Nations Forum on Forests di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Senin, 11 Mei 2026 waktu setempat.
“Indonesia menempatkan mangrove sebagai aset penting bagi aksi iklim, ketahanan pesisir, dan konservasi keanekaragaman hayati,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).
Melalui inisiatif World Mangrove Center, Indonesia mengajak masyarakat internasional untuk memperkuat kemitraan global, memperluas kolaborasi riset dan inovasi, serta mendorong aksi nyata bagi perlindungan dan restorasi mangrove dunia secara berkelanjutan.
Baca juga: Restorasi Bakau Penting untuk Pemulihan Lingkungan Pesisir
“Sekitar 80% dari ekosistem mangrove di Indonesia berada di bawah wilayah kewenangan Kementerian Kehutanan,” tegasnya.
Oleh karena itu, Indonesia berkomitmen untuk memimpin upaya global dalam memanfaatkan potensi mangrove guna mendukung aksi iklim, meningkatkan ketahanan pesisir, serta menjaga konservasi keanekaragaman hayati.
Lihat Juga :