Pemerintah Perlu Jelaskan Alasan Beri Bintang Jasa ke Fahri dan Fadli

Rabu, 12 Agustus 2020 - 08:07 WIB
loading...
Pemerintah Perlu Jelaskan...
Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta memberikan penjelasan ke publik terkait rencana penganugerahan Bintang Mahaputra Nararya kepada Fadli Zon dan Fahri Hamzah. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI), Kunto Adi Wibowo mengaku tidak tahu apa tujuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan penghargaan Bintang Mahaputra Nararya kepada Fadli Zon dan Fahri Hamzah. Namun, menurut Kunto, ada beberapa poin penting yang perlu diperhatikan.

Pertama, soal keterbukaan dan transparansi. Kunto mengatakan, ada undang-undang yang mendasari pihak Istana Kepresidenan memberikan bintang jasa itu. Kemudian, lanjut dia, ada kriteria yang jelas dalam memberikan penghargaan itu. "Menurut saya harus disosialisasikan ke publik kira-kira apa saja yang menjadi kriteria atau apa saja pertimbangan sehingga Istana memutuskan untuk memberikan penghargaan ke dua orang ini," ujar Kunto kepada SINDOnews, Rabu (12/8/2020).

Ini sangat penting terutama untuk menghindari persepsi publik bahwa penghargaan ini diberikan untuk membungkam kritik. “Atau penghargaan ini sebagai tanda terima kasih karena terkait dengan Pemilu 2019 atau apapun lah," tambah Kunto. (Baca juga: Bintang Tanda Jasa untuk Fahri Hamzah dan Fadli Zon Upaya Jinakkan Pengkritik)

Dia melanjutkan, atau penghargaan itu semacam barter dari Fadli Zon yang tidak lagi punya kekuasaan besar di Partai Gerindra atau di DPR. "Fahri Hamzah juga sudah keluar dari PKS, sedang merintis partai baru. Jadi ada banyak persepsi publik yang harus segera diluruskan tentang penganugerahan bintang jasa ini," ungkapnya.

Selain itu, kata Kunto, jangan sampai publik mempersepsi bahwa orang yang mengkritik pemerintah bakal diberikan bintang jasa itu, sehingga masyarakat harus kritis terhadap pemerintah. "Sementara banyak instrumen hukum lainnya yang masih belum diperbaiki untuk fasilitasi kritisisme dari masyarakat ini seperti Undang-undang ITE masih sering digunakan oleh pejabat publik untuk menuntut pengkritiknya dan segala macam," ucapnya. (Baca juga: Dapat Bintang Tanda Jasa dari Jokowi, Begini Reaksi Fahri Hamzah)

Maka itu, dia mengungkapkan ada banyak pertanyaan dari publik tentang rencana pemberian bintang jasa tersebut. Menurut dia, yang paling penting soal keterbukaan pemerintah menjelaskan apa saja kriteria yang telah dipenuhi Fadli Zon dan Fahri Hamzah untuk memperoleh penghargaan itu.

"Salah satu yang menurut saya paling mungkin menjadi kriteria adalah karena Fadli Zon dan Fahri Hamzah pernah menjabat di Pimpinan DPR dan selama mereka menjabat sebagai pimpinan DPR, DPR atau legislatif kita sangat produktif dalam membuat Legislasi atau Undang-undang," tuturnya. (Baca juga: Fadli Zon-Fahri Hamzah Dapat Bintang Tanda Jasa, Ini Penjelasan Mahfud)

Menurut dia, hal tersebut menjadi salah satu kriteria yang bisa digunakan oleh Istana untuk mendasari atau menjustifikasi pemberian penghargaan itu. "Tapi kalau Istana punya alasan lain yang mungkin lebih pas dan lebih oke, menurut saya ini waktunya diberikan atau disosialisasikan ke publik," katanya. Rico Afrido Simanjuntak
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Singgung Peran KPRP,...
Singgung Peran KPRP, Pakar: Kritik Mahfud MD Terhadap UU Polri Sangat Aneh
Pakar Hukum: Pernyataan...
Pakar Hukum: Pernyataan Mahfud MD Soal UU Polri Abaikan KPRP Membingungkan
Pakar Hukum: UU Polri...
Pakar Hukum: UU Polri yang Baru Akomodasi Kepentingan Masyarakat dan Kepolisian
Revisi UU Polri Disahkan...
Revisi UU Polri Disahkan Jadi Undang-Undang, Pelayanan Kepolisian Diharapkan Meningkat
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
Ratusan Mahasiswa Trisakti...
Ratusan Mahasiswa Trisakti Bergerak dari Tugu 12 Mei Reformasi Menuju Gedung DPR
Ratusan Mahasiswa Trisakti...
Ratusan Mahasiswa Trisakti Bakal Geruduk DPR, Bawa Tiga Tuntutan Rakyat
Fahri Hamzah : Prabowo...
Fahri Hamzah : Prabowo Fokus Putus Rantai Ketimpangan Kaya dan Miskin
Rekomendasi
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Messi Menyala! Argentina...
Messi Menyala! Argentina Tundukkan Austria 2-0
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Berita Terkini
Bukan Sekadar Insinyur,...
Bukan Sekadar Insinyur, Alumni ITS Didorong Kuasai Kepemimpinan dan Finansial
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan,...
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Relawan Jokowi: Ini Bukan Akhir dari Segalanya
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
APHI Dorong Pemegang...
APHI Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon
Ade Darmawan Minta Jaksa...
Ade Darmawan Minta Jaksa Tolak Segala Intervensi di Kasus Ijazah Jokowi
Nostalgia dengan Fotografi...
Nostalgia dengan Fotografi Analog, Lomography Kini Hadir di Indonesia
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved