Megawati Ingatkan Pemimpin Harus Mengayomi Seluruh Rakyatnya
Minggu, 21 Januari 2024 - 14:53 WIB
loading...
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam kampanye akbar perdana di Lapangan Tegallega, Bandung, Jawa Barat, Minggu (21/1/2024). FOTO/MPI
A
A
A
BANDUNG - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menegaskan seorang pemimpin harusnya bisa mengayomi seluruh rakyatnya di mana pun berada. Rakyat harus dilindungi dari tindak kekerasan oleh siapa pun.
"Saya ingin mengatakan kebenaran kepada rakyat Indonesia bahwa seorang pemimpin itu harusnya mengayomi seluruh rakyatnya, di mana pun mereka berada," kata Megawati dalam kampanye akbar perdana di Lapangan Tegallega, Bandung, Jawa Barat, Minggu (21/1/2024).
Megawati mengingatkan seorang pemimpin tidak menurunkan diam-diam aparat penegak hukum. "Tidak seperti begini menurunkan secara diam-diam aparat, betul apa tidak? Betul? Menurunkan yang namanya polisi, betul apa tidak? Biarin, nanti Ibu diamuk juga biarin. Tolong ya, tolong ya, kalau diamuk," katanya.
Presiden ke-5 RI itu mengingatkan aparat negara yakni TNI-Polri merupakan abdi negara. Diharapkan tidak memberikan kekerasan kepada warga. "Terus tentara sampai mukulin rakyatnya, siapa dia? Dia itu adalah abdi negara," katanya.
"Apa arti abdi negara? Dia harus membantu rakyatnya karena dia pun dijadikan oleh rakyat, disekolahkan untuk bisa apa? Untuk membela rakyat, untuk perang kalau ada musuh datang, bukan untuk menyakiti rakyatnya. Benar apa tidak? Benar apa tidak?" katanya.
Jika masyarakat merasa terintimidasi, kata Megawati, jangan ragu untuk melapor kepada presiden. Berani apa tidak kalian kalau ada yang diintimidasi lapor, lapor, lapor, dan lapor kepada pemimpin kamu. Lapor kepada Presiden kamu. Berani apa nggak? Jangan bohong loh. Ntar teriak-teriak di sini aja," ujarnya.
"Saya ingin mengatakan kebenaran kepada rakyat Indonesia bahwa seorang pemimpin itu harusnya mengayomi seluruh rakyatnya, di mana pun mereka berada," kata Megawati dalam kampanye akbar perdana di Lapangan Tegallega, Bandung, Jawa Barat, Minggu (21/1/2024).
Megawati mengingatkan seorang pemimpin tidak menurunkan diam-diam aparat penegak hukum. "Tidak seperti begini menurunkan secara diam-diam aparat, betul apa tidak? Betul? Menurunkan yang namanya polisi, betul apa tidak? Biarin, nanti Ibu diamuk juga biarin. Tolong ya, tolong ya, kalau diamuk," katanya.
Presiden ke-5 RI itu mengingatkan aparat negara yakni TNI-Polri merupakan abdi negara. Diharapkan tidak memberikan kekerasan kepada warga. "Terus tentara sampai mukulin rakyatnya, siapa dia? Dia itu adalah abdi negara," katanya.
"Apa arti abdi negara? Dia harus membantu rakyatnya karena dia pun dijadikan oleh rakyat, disekolahkan untuk bisa apa? Untuk membela rakyat, untuk perang kalau ada musuh datang, bukan untuk menyakiti rakyatnya. Benar apa tidak? Benar apa tidak?" katanya.
Jika masyarakat merasa terintimidasi, kata Megawati, jangan ragu untuk melapor kepada presiden. Berani apa tidak kalian kalau ada yang diintimidasi lapor, lapor, lapor, dan lapor kepada pemimpin kamu. Lapor kepada Presiden kamu. Berani apa nggak? Jangan bohong loh. Ntar teriak-teriak di sini aja," ujarnya.
Lihat Juga :