Ganjar Dorong KTP Sakti Atasi Masalah Pupuk bagi Petani di Magetan
Jum'at, 19 Januari 2024 - 07:09 WIB
loading...
Capres Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo mendorong program KTP Sakti sebagai salah satu upaya mengatasi masalah kelangkaan pupuk dan harga yang meroket bagi kalangan petani. Foto/MPI
A
A
A
MAGETAN - Calon Presiden (Capres) Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo mendorong program KTP Sakti sebagai salah satu upaya mengatasi masalah kelangkaan pupuk dan harga yang meroket bagi kalangan petani.
"Kami waktu di Jawa Tengah, punya pengalaman. Akhirnya kami tahu, berapa jumlah petani, tanahnya luasnya berapa, yang buruh tani berapa, siapa yang bisa mengakses itu. Maka kenapa saya dorong, ini KTP Saktinya, agar bisa menjadi basis data untuk bisa mengurai itu," ujar Ganjar kepada wartawan di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Kamis (18/1/2024).
Baca juga: Gen Z Apresiasi Kehadiran Ganjar di Madiun, Sangat Membantu Salurkan Keresahan dan Aspirasi
Ganjar pun menyebut jika permasalahan data tersebut sudah selesai selanjutnya bisa menambahkan subsidi pupuk hingga membuat pabrik pupuk secara mandiri.
"Nah kalau sudah ketemu apa yang dilakukan? Ya kamu tambahin subsidi pupuk boleh, pupuknya diperoleh dari impor silakan, tapi kalau mau mandiri ya buat pabrik pupuk baru. Hitungan kita 3 ya. Nah kalau ini bisa kita lakukan mungkin bisa menggenapi kekurangan," jelasnya.
"Kami waktu di Jawa Tengah, punya pengalaman. Akhirnya kami tahu, berapa jumlah petani, tanahnya luasnya berapa, yang buruh tani berapa, siapa yang bisa mengakses itu. Maka kenapa saya dorong, ini KTP Saktinya, agar bisa menjadi basis data untuk bisa mengurai itu," ujar Ganjar kepada wartawan di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Kamis (18/1/2024).
Baca juga: Gen Z Apresiasi Kehadiran Ganjar di Madiun, Sangat Membantu Salurkan Keresahan dan Aspirasi
Ganjar pun menyebut jika permasalahan data tersebut sudah selesai selanjutnya bisa menambahkan subsidi pupuk hingga membuat pabrik pupuk secara mandiri.
"Nah kalau sudah ketemu apa yang dilakukan? Ya kamu tambahin subsidi pupuk boleh, pupuknya diperoleh dari impor silakan, tapi kalau mau mandiri ya buat pabrik pupuk baru. Hitungan kita 3 ya. Nah kalau ini bisa kita lakukan mungkin bisa menggenapi kekurangan," jelasnya.
Lihat Juga :