Simpan Pengganti Risma, PDIP Yakin Jinakkan Koalisi Gajah di Surabaya
Selasa, 11 Agustus 2020 - 14:40 WIB
loading...
Sekjen PDIP Hasto Kristianto. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) hingga kini belum mengumumkan nama pasangan calon yang diusung dalam pertarungan Pemilihan Wali Kota Surabaya. Dari 75 pasangan yang diumumkan sebagai kandidat Pilkada Serentak 2020, PDIP ternyata tidak memunculkan nama yang bakal disokong untuk menggantikan Tri Rismaharini yang telah 10 tahun berkuasa di Kota Surabbaya.
Padahal, sebelumnya santer beredar rumor bahwa PDIP bakal mengusung kadernya sendiri yaitu Wakil Wali Kota Whisnu Sakti sebagai calon wali kota. Whisnu disebut-sebut digandengkan dengan istri mantan Wali Kota Surabaya Bambang DH, Dyah Katarina sebagai calon wakilnya.
(Baca: Termasuk Bobby-Aulia di Pilwalkot Medan, Ini 75 Paslon Usungan PDIP di Pilkada 2020)
Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, pasangan calon di Kota Surabaya akan diumumkan pada gelombang VI, bersamaan dengan pengumuman pasangan calon pilkada di sejumlah kabupaten Provinsi Bali. Menurut dia, politik harus memperhatikan momentum, kalkulasi yang akurat, serta kontemplasi.
"Politik itu harus menyatukan alam pikir dan alam rasa. Kami diajarkan Ibu Megawati untuk melihat momentum itu. Karena itu, untuk Kota Surabaya akan diumumkan pada Gelombang IV bersama pilkada di Provinsi Bali, gubernur dan wakil gubernur secara serentak. Ini soal strategi dan kalkulasi politik, serta momentum politik," ujar Hasto di sela pengumuman 75 nama pasangan calon untuk Pilkada Serentak 2020 yang disiarkan secara virtual, Selasa (11/8/2020).
Padahal, sebelumnya santer beredar rumor bahwa PDIP bakal mengusung kadernya sendiri yaitu Wakil Wali Kota Whisnu Sakti sebagai calon wali kota. Whisnu disebut-sebut digandengkan dengan istri mantan Wali Kota Surabaya Bambang DH, Dyah Katarina sebagai calon wakilnya.
(Baca: Termasuk Bobby-Aulia di Pilwalkot Medan, Ini 75 Paslon Usungan PDIP di Pilkada 2020)
Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, pasangan calon di Kota Surabaya akan diumumkan pada gelombang VI, bersamaan dengan pengumuman pasangan calon pilkada di sejumlah kabupaten Provinsi Bali. Menurut dia, politik harus memperhatikan momentum, kalkulasi yang akurat, serta kontemplasi.
"Politik itu harus menyatukan alam pikir dan alam rasa. Kami diajarkan Ibu Megawati untuk melihat momentum itu. Karena itu, untuk Kota Surabaya akan diumumkan pada Gelombang IV bersama pilkada di Provinsi Bali, gubernur dan wakil gubernur secara serentak. Ini soal strategi dan kalkulasi politik, serta momentum politik," ujar Hasto di sela pengumuman 75 nama pasangan calon untuk Pilkada Serentak 2020 yang disiarkan secara virtual, Selasa (11/8/2020).
Lihat Juga :