BKSAP DPR Beri Usulan Konkret ke Parlemen OKI dan Parlemen Asia untuk Selamatkan Palestina
Sabtu, 13 Januari 2024 - 12:26 WIB
loading...
A
A
A
Sementara langkah-langkah konkret yang disampaikan Ketua BKSAP Fadli Zon, antara lain Parlemen OKI memberikan dukungan penuh atas permohonan Afrika Selatan di Mahkamah Internasional, mendorong Palestina menjadi anggota penuh PBB, menolak normalisasi dengan Israel, mendukung gerakan isolasi Israel dari interaksi antarnegara melalui kampanye BDS.
Selanjutnya, mengirimkan surat resmi ke Inter-Parliamentary Union (IPU) untuk mendesak penangguhan keanggotaan Israel, menyampaikan kecaman keras atas standar ganda dan hipokrit sejumlah negara Barat, mendesak reformasi PBB, dan menetapkan Israel sebagai negara teroris dan rezim apartheid.
Adapun pada pertemuan perdana Komisi Palestina Parlemen Asia, Fadli yang juga Wakil Presiden Leagueof Parliamentarians for Al Quds, organisasi global pro Palestina yang berbasis di Istanbul, menyampaikan urgensi penguatan Komisi dan langkah-langkah praktis yang harus segera dikerjakan.
“Pertemuan perdana Komisi Palestina Parlemen Asia ini harus fokus pada dua hal utama. Pertama, penting untuk menjadikan komisi ini kuat dan bermanfaat bagi perjuangan bangsa Palestina. Kedua, penetapan program-program kerja yang nyata,” ungkap dia saat mengawali pidatonya.
Terkait penguatan Komisi, Fadli yang bertindak sebagai rapporteur menyampaikan lima fondasi yaitu, penetapan visi dan misi yang kuat, tujuan dan sasaran spesifik disertai indikator kinerja, penentuan skala prioritas, pemanfaatan teknologi dan inovasi terkini, dan networking yang kuat.
Selanjutnya, ia mengingatkan saat ini situasi di Jalur Gaza tak ubahnya petaka. “Gaza tak hanya terancam genosida, tapi menuju kepunahan. Gaza mungkin tak layak dihuni. Gaza seperti tempat kematian dan keputusasaan,” imbuh dia.
Selanjutnya, mengirimkan surat resmi ke Inter-Parliamentary Union (IPU) untuk mendesak penangguhan keanggotaan Israel, menyampaikan kecaman keras atas standar ganda dan hipokrit sejumlah negara Barat, mendesak reformasi PBB, dan menetapkan Israel sebagai negara teroris dan rezim apartheid.
Adapun pada pertemuan perdana Komisi Palestina Parlemen Asia, Fadli yang juga Wakil Presiden Leagueof Parliamentarians for Al Quds, organisasi global pro Palestina yang berbasis di Istanbul, menyampaikan urgensi penguatan Komisi dan langkah-langkah praktis yang harus segera dikerjakan.
“Pertemuan perdana Komisi Palestina Parlemen Asia ini harus fokus pada dua hal utama. Pertama, penting untuk menjadikan komisi ini kuat dan bermanfaat bagi perjuangan bangsa Palestina. Kedua, penetapan program-program kerja yang nyata,” ungkap dia saat mengawali pidatonya.
Terkait penguatan Komisi, Fadli yang bertindak sebagai rapporteur menyampaikan lima fondasi yaitu, penetapan visi dan misi yang kuat, tujuan dan sasaran spesifik disertai indikator kinerja, penentuan skala prioritas, pemanfaatan teknologi dan inovasi terkini, dan networking yang kuat.
Selanjutnya, ia mengingatkan saat ini situasi di Jalur Gaza tak ubahnya petaka. “Gaza tak hanya terancam genosida, tapi menuju kepunahan. Gaza mungkin tak layak dihuni. Gaza seperti tempat kematian dan keputusasaan,” imbuh dia.
Lihat Juga :