Presiden Jokowi Bertemu 3 Ketum Parpol, Pengamat: Etika dan Fatsus Politik Dilupakan
Senin, 08 Januari 2024 - 21:28 WIB
loading...
A
A
A
Suko mengatakan, dalam politik praktis ketidaknetralan tidak bisa dihindarkan. Apalagi dalam konteks ini, Jokowi punya kepentingan. "Rasanya dalam politik selalu saja tidak ada kenetralan karena Presiden punya kepentingan terhadap suksesi 2024," ujarnya.
Dia menilai etika dan fatsun politik sudah tidak lagi menjadi patron utama. "Etika saat ini hampir tidak jadi perhatian, apalagi dalam kompetisi politik," ucapnya.
Begitu pula, klaim netralitas yang selama ini digembar-gemborkan oleh penguasa semakin jauh dari realita. "Sejauh ini, memang terkesan ada keterlibatan," katanya.
Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti menuturkan Jokowi mulai menunjukkan dukungannya kepada pasangan Prabowo-Gibran untuk menarik simpati pendukung Jokowi yang masih meragu.
“Ganjar terlihat lebih mampu menjalankan program Pak Jokowi berbanding terbalik dengan Pak Prabowo,” kata Ray.
Menurut dia, masih ada pendukung Jokowi yang belum menentukan suara dan suara mereka lebih mungkin direbut oleh Ganjar-Mahfud.
Dia menilai etika dan fatsun politik sudah tidak lagi menjadi patron utama. "Etika saat ini hampir tidak jadi perhatian, apalagi dalam kompetisi politik," ucapnya.
Begitu pula, klaim netralitas yang selama ini digembar-gemborkan oleh penguasa semakin jauh dari realita. "Sejauh ini, memang terkesan ada keterlibatan," katanya.
Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti menuturkan Jokowi mulai menunjukkan dukungannya kepada pasangan Prabowo-Gibran untuk menarik simpati pendukung Jokowi yang masih meragu.
“Ganjar terlihat lebih mampu menjalankan program Pak Jokowi berbanding terbalik dengan Pak Prabowo,” kata Ray.
Menurut dia, masih ada pendukung Jokowi yang belum menentukan suara dan suara mereka lebih mungkin direbut oleh Ganjar-Mahfud.
Lihat Juga :