Jokowi Nilai Debat Pilpres ke-3 Saling Serang, TPN: Ganjar Serang Kebijakan Lewat Data

Senin, 08 Januari 2024 - 19:23 WIB
loading...
Jokowi Nilai Debat Pilpres...
Deputi Politik 5.0 TPN Ganjar-Mahfud, Andi Widjajanto sepakat dengan ucapan Presiden Jokowi kalau serangan personal saat debat pilpres harus dihindari. Foto/MPI
A A A
JAKARTA - Deputi Politik 5.0 Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud , Andi Widjajanto sepakat dengan ucapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kalau serangan personal saat debat pilpres harus dihindari. Dirinya juga menyinggung ucapan Prabowo dalam debat pertama capres yang dianggap bentuk serangan personal.

"Sepakat dengan Pak Jokowi, memang harus dihindari serangan personal ya, seperti contohnya serangan Pak Prabowo ke Anies bilang 'sorry ye sorry ye Mas Anies'," ujar Andi di Media Center TPN Ganjar-Mahfud, Jakarta Pusat, Senin (8/1/2024).

Baca juga: Respons Debat Capres, Jokowi: Substansi Visi Tidak Kelihatan, Justru Saling Serang

Dia menjelaskan serangan personal yang membuat peserta pilpres menjadi emosi dalam debat juga seharusnya patut dihindari. "Nah kemudian sering disebut tapi dengan nada yang negatif. Serangan-serangan personal seperti yang terlihat Pak Prabowo emosi ke Anies itu harus dihindari," jelasnya.

Andi menekankan yang harus diperkuat dalam debat yaitu adu gagasan dengan saling memperkuat data. Seperti saat debat capres ke-3 ketika Ganjar memaparkan data Kekuatan Pokok Minimum atau Minimum Essential Forces (MEF) hanya 65,49% dari target 79%.

"Yang perlu diperkuat itu adalah serangan ke data, serangan ke kebijakan seperti yang dilakukan oleh Mas Ganjar di sekmen kelima. Ya betul-betul menunjukkan datanya, indeks ini turun, indeks itu turun, proporsi PDB ke anggaran PDB turun, MEF hanya 65 persen tidak sampai ke target," paparnya.

"Nah itu serangan yang diinginkan, jadi benar-benar ngotak-ngatik data, ngotak-ngatik kebijakan, tidak melakukan serangan-serangan personal terutama menunjukkan emosi-emosi yang tidak perlu, yang debat 1 debat 3 lebih sering dimunculkan Pak Prabowo terutama ke Anies," sambungnya.

Sebagai informasi, Presiden Jokowi menyebut bahwa debat Pilpres 2024 oleh ketiga capres yang digelar Minggu 7 Januari 2024 malam di Istora, Senayan, Jakarta tidak ada substansi visi yang disampaikan. Menurutnya, yang disampaikan oleh ketiga capres yakni Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo hanya saling serang.

"Ya yang pertama memang saya melihat substansi dari visinya malah tidak keliatan. Yang keliatan justru saling menyerang yang sebetulnya nggak apa-apa asal kebijakan. Asal policy, asal visi enggak apa-apa," kata Jokowi dalam keterangannya, Senin (8/1/2024).

Menurut Jokowi, jika para capres hanya menyerang personal pribadi saja, edukasi kepada masyarakat tidak tersampaikan. Hal tersebutlah yang membuat banyak pihak kecewa.

"Tapi kalau sudah menyerang personal, pribadi yang tidak ada hubungan dengan konteks debat tadi malam mengenai hubungan internasional, mengenai geopolitik, mengenai pertahanan, dan lain-lain saya kira kurang memberikan pendidikan, kurang mengedukasi masyarakat yang menonton. Saya kira akan banyak yang kecewa," jelas Jokowi.

Maka dari itu, Jokowi berharap debat pilpres selanjutnya dapat dirancang dengan lebih baik. Agar, katanya, para capres bisa saling serang masing-masing kebijakan tanpa menyerang personal.

Baca juga: Soal Data Pertahanan di Debat Capres, Jokowi: Ada yang Bisa Dibuka, Banyak Harus Dirahasiakan

"Sehingga debatnya memang perlu diformat lebih baik lagi, ada rambu-rambu sehingga hidup, saling menyerang nggak apa-apa tapi kebijakan, policy, visinya yang diserang bukan untuk saling menjatuhkan dengan motif-motif personal. Saya kira enggak baik dan enggak mengedukasi," tutup Jokowi.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
PDIP Sudah Siap, Ganjar...
PDIP Sudah Siap, Ganjar Minta Percepat Pembahasan RUU Pemilu
Pemilu 2029 Masih Jauh,...
Pemilu 2029 Masih Jauh, PDIP: Jangan Setiap Hari Bicara Elektoral
Ganjar Ungkap Agenda...
Ganjar Ungkap Agenda Rakernas I PDIP di Ancol, Sistem Pilkada hingga Keluhan Masyarakat
Bupati Ponorogo Sugiri...
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko Kena OTT KPK, Ini Respons PDIP
KPU Tepis Tudingan Roy...
KPU Tepis Tudingan Roy Suryo Selundupkan Aturan Soal Ijazah untuk Loloskan Gibran
Beri Dukungan, Ganjar...
Beri Dukungan, Ganjar Datang ke Sidang Pledoi Hasto | Sindo Prime
Ganjar, Rano Karno,...
Ganjar, Rano Karno, hingga Risma Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila di Lenteng Agung
Warga Karo Bangun Patung...
Warga Karo Bangun Patung Jokowi Senilai Rp2,5 Miliar, Simbol Terima Kasih
Rekomendasi
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bersama Ewindo Perkuat Pengembangan Pertanian Perkotaan
5 Perintah Al-Quran...
5 Perintah Al-Qur'an terhadap Anak Yatim, Muslim Wajib Tahu dan Mengamalkannya
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 79-80: Rencana Dipa Bungkam Danang Gagal Total
Berita Terkini
Abdul Rahman Golkar...
Abdul Rahman Golkar ke Deddy Sitorus: Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru
Sidang Kasus Tudingan...
Sidang Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Digelar di PN Jakarta Timur
BKKBN Tekankan Peran...
BKKBN Tekankan Peran Ayah Kunci Pembentukan Karakter Anak
Ade Darmawan Yakin Jokowi...
Ade Darmawan Yakin Jokowi Kecewa Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Kejari Jaksel
Tak Ditahan, Roy Suryo...
Tak Ditahan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikenakan Wajib Lapor
BPOM: 99,76 Persen AMDK...
BPOM: 99,76 Persen AMDK Merupakan Produk Dalam Negeri
Infografis
Jokowi-SBY Bisa Maju...
Jokowi-SBY Bisa Maju di Pilpres 2024, Jika Presiden 3 Periode
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved