Penceramah Disarankan Gunakan Metode Lebih Friendly ke Milenial
Senin, 10 Agustus 2020 - 18:39 WIB
loading...
Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Bayt Quran, Dr Syarullah Iskandar MA. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Karakter manusia Indonesia adalah pejuang pantang menyerah yang membangun peradabannya dengan modal persatuan. Memahami sejarah bangsa adalah sebuah kewajiban karena sejarah adalah penting untuk menguatkan karakter bangsa.
Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Bayt Quran, Dr Syarullah Iskandar MA mengajak untuk mewaspadai paham radikal terorisme. Perlu juga upaya pencerahan kepada masyarakat untuk mencegah dan melindungi diri dari paham tersebut.
Dia mengajak para penceramah untuk menggunakan metode yang lebih bersahabat atau friendly dalam menyampaikan dakwah agar lebih mudah ditangkap dan dicerna oleh nalar masyarakat dan kaum milenial.
Misalnya "frekuensi" dalam memberikan pemahaman keagamaan agar lebih mengena ke masyarakat itu harus ditingkatkan. Kedua, pengembangan metode memberikan arahan, karena generasi milenial kan banyak perubahan dari yang sebelum-sebelumnya.
“Misalnya lebih visual ketimbang baca teks, nah kecenderungan-kecenderungan ini harus dibaca kemudian diisi dengan konten-konten yang menarik. Tentu saja kontennya isinya untuk memberikan pemahaman moderat kepada masyarakat dalam hal keagamaan,” ungkap Syarullah, Jumat 7 Agustus 2020.
Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Bayt Quran, Dr Syarullah Iskandar MA mengajak untuk mewaspadai paham radikal terorisme. Perlu juga upaya pencerahan kepada masyarakat untuk mencegah dan melindungi diri dari paham tersebut.
Dia mengajak para penceramah untuk menggunakan metode yang lebih bersahabat atau friendly dalam menyampaikan dakwah agar lebih mudah ditangkap dan dicerna oleh nalar masyarakat dan kaum milenial.
Misalnya "frekuensi" dalam memberikan pemahaman keagamaan agar lebih mengena ke masyarakat itu harus ditingkatkan. Kedua, pengembangan metode memberikan arahan, karena generasi milenial kan banyak perubahan dari yang sebelum-sebelumnya.
“Misalnya lebih visual ketimbang baca teks, nah kecenderungan-kecenderungan ini harus dibaca kemudian diisi dengan konten-konten yang menarik. Tentu saja kontennya isinya untuk memberikan pemahaman moderat kepada masyarakat dalam hal keagamaan,” ungkap Syarullah, Jumat 7 Agustus 2020.
Lihat Juga :