Gerak 98 Desak Usut Tuntas Kekerasan Oknum TNI di Boyolali
Minggu, 31 Desember 2023 - 19:15 WIB
loading...
Juru Bicara Gerakan Aktivis (Gerak) 98, Ridwan Darmawan mendesak penganiayaan terhadap relawan Ganjar-Mahfud oleh Anggota TNI di Boyolali, Jateng diusut tuntas. FOTO/TANGKAPAN LAYAR VIDEO
A
A
A
Kekerasan anggota TNI terhadap masyarakat sipil terjadi menjelang Pemilu 2024. Korbannya adalah relawan pasangan calon presiden (capres-cawapres), Ganjar Pranowo-Mahfud MD, yang sedang berkampanye di Boyolali, Jawa Tengah.
Juru Bicara Gerakan Aktivis (Gerak) 98, Ridwan Darmawan menilai penganiayaan terhadap relawan Ganjar-Mahfud oleh Anggota TNI sangat brutal. Jika melihat dengan seksama video yang beredar, tidak ada teguran terlebih dahulu terhadap para korban yang dianggap membuat bising dengan knalpot sepeda motor brong. Korban yang sedang melaju di jalanan, tiba-tiba dihentikan oleh sekelompok orang yang diduga oknum TNI lalu diserang pukulan membabi buta hingga korban tersungkur.
"Ini tindakan brutal yang tidak bisa dibenarkan. TNI belum menunjukkan wajah reformisnya," kata Ridwan Darmawan dalam keterangannya, Minggu (31/12/2023).
Ridwan mempertanyakan pernyataan salah satu petinggi Angkatan Darat yang menyatakan bahwa tindakan para oknum untuk mengingatkan agar tidak menggeber gas sepeda motornya karena menimbulkan kebisingan dan mengganggu masyarakat. Sebab, dari video yang beredarnya, tidak ada upaya mengingatkan dari oknum TNI, tapi langsung tindakan refresif yang tidak bisa dibenarkan.
Juru Bicara Gerakan Aktivis (Gerak) 98, Ridwan Darmawan menilai penganiayaan terhadap relawan Ganjar-Mahfud oleh Anggota TNI sangat brutal. Jika melihat dengan seksama video yang beredar, tidak ada teguran terlebih dahulu terhadap para korban yang dianggap membuat bising dengan knalpot sepeda motor brong. Korban yang sedang melaju di jalanan, tiba-tiba dihentikan oleh sekelompok orang yang diduga oknum TNI lalu diserang pukulan membabi buta hingga korban tersungkur.
"Ini tindakan brutal yang tidak bisa dibenarkan. TNI belum menunjukkan wajah reformisnya," kata Ridwan Darmawan dalam keterangannya, Minggu (31/12/2023).
Ridwan mempertanyakan pernyataan salah satu petinggi Angkatan Darat yang menyatakan bahwa tindakan para oknum untuk mengingatkan agar tidak menggeber gas sepeda motornya karena menimbulkan kebisingan dan mengganggu masyarakat. Sebab, dari video yang beredarnya, tidak ada upaya mengingatkan dari oknum TNI, tapi langsung tindakan refresif yang tidak bisa dibenarkan.
Lihat Juga :