Kunjungi Ponpes Bustanul Makmur Banyuwangi, Mahfud Janji Sejahterakan Marbot dan Guru Ngaji
Jum'at, 29 Desember 2023 - 14:53 WIB
loading...
A
A
A
"Ini para pencetak kader bangsa, kurang perhatian. Nanti kita anggarkan untuk gaji para guru ngaji, marbot masjid, ustad madrasah. Kita akan data, kita atur dengan ketat. Agar dapat penghargaan dengan tepat. Itu salah satu program kami," kata Mahfud.
Mahfud mengaku, lebih memilih halaqoh di kampus dan pondok pesantren. Jarang kampanye di lapangan. Selain lebih efektif, kata dia, memang belum waktunya kampanye akbar.
Dikatakan, forum terbatas ini amat penting. Sebab, dalam sejarahnya, banyak sekali sekelompok kecil mampu mengalahkan kelompok besar.
"Penentu sejarah, selalu dimulai sedikit orang. Perubahan besar dimulai dari satu orang yang membawa revolusi besar. Syaratnya dengan izin Allah dan sabar," katanya.
Mahfud mencontohkan Perang Badar. Nabi Muhammad menang dengan hanya 300 pasukan melawan 1.100 pasukan Quraisy. Karena, pasukan yang 300 ini sabar dan tangguh dalam berjuang. Bukti lain, masuknya Islam ke Andaulusia. Pasukan kecil Thariq bin Ziyad yang jumlahnya 7.000 an mampu menaklukkan 350 ribu pasukan Romawi.
Mahfud mengaku, lebih memilih halaqoh di kampus dan pondok pesantren. Jarang kampanye di lapangan. Selain lebih efektif, kata dia, memang belum waktunya kampanye akbar.
Dikatakan, forum terbatas ini amat penting. Sebab, dalam sejarahnya, banyak sekali sekelompok kecil mampu mengalahkan kelompok besar.
"Penentu sejarah, selalu dimulai sedikit orang. Perubahan besar dimulai dari satu orang yang membawa revolusi besar. Syaratnya dengan izin Allah dan sabar," katanya.
Mahfud mencontohkan Perang Badar. Nabi Muhammad menang dengan hanya 300 pasukan melawan 1.100 pasukan Quraisy. Karena, pasukan yang 300 ini sabar dan tangguh dalam berjuang. Bukti lain, masuknya Islam ke Andaulusia. Pasukan kecil Thariq bin Ziyad yang jumlahnya 7.000 an mampu menaklukkan 350 ribu pasukan Romawi.
Lihat Juga :