Selain Biaya Sekolah, Tjahjo Harap Gaji ke-13 Bisa Dongkrak Angka Belanja Masyarakat

loading...
Selain Biaya Sekolah, Tjahjo Harap Gaji ke-13 Bisa Dongkrak Angka Belanja Masyarakat
Menteri pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Tjahjo Kumolo mengungkapkan alasan adanya gaji ke-13 adalah untuk membantu PNS terkait biaya sekolah. Foto/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Menteri pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Tjahjo Kumolo mengungkapkan alasan adanya gaji ke-13 adalah untuk membantu pegawai negeri sipil (PNS) terkait biaya sekolah. Seperti diketahui pencairan gaji ke-13 kali ini dicairkan bulan ini.

Pencairan ini memang lebih dibanding tahun sebelumnya yang biasanya di bulan Juli. Kebijakan gaji ke-13 pertama kali diberikan kepada PNS pada tahun 2004. (Baca juga: Kehadiran Megawati di KLB Gerindra Sinyal Kuat Arah Politik 2024)

“Niat pemerintah selama ini memberikan gaji ke-13 prioritas utama untuk menyekolahkan anak di tahun ajaran baru pendidikan,” ujarnya melalui pesan singkatnya, Senin (10/8/2020).

Namun begitu jika memungkinkan ada sisa gaji ke-13 bisa digunakan untuk belanja. Hal ini diharapkan dapat menggenjot angka belanja masyarakat.



“Kalau ada sisa harapannya untuk membeli kebutuhan konsumsi keluarga,” ungkapnya.

Menurutnya ASN dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dengan belanja konsumsi. “Agar setidaknya ASN ikut mendukung pertumbuhan ekonomi dengan belanja konsumsi. ASN harus produktif sehat ikuti protokol kesehatan dan ikut serta belanja konsumsi rumah tangga yang perlu dalam upaya ikut meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” tuturnya. (Baca juga: Ledakan Beirut Disusul Pejabat Mundur Massal, Lebanon di Ambang Kolaps)

Seperti diketahui untuk komponen gaji ke-13 PNS kali ini hanya terdiri atas gaji pokok, tunjangan keluarga dan tunjangan jabatan atau tunjangan umum.
(kri)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top