Ridwan Kamil Balas Kritikan Cak Imin, Timnas Amin Membela
Kamis, 21 Desember 2023 - 16:54 WIB
loading...
A
A
A
Ia juga mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan penambahan jalan nasional dari 2014-2022 = 1.385 km. Sedangkan penambahan jalan tol sepanjang 2014-2022 = 1.500 km.
"Dari data ini tergambar, paradigma pembangunan era Jokowi bukan untuk memudahkan mobilitas rakyat secara umum, tetapi lebih pada mendapatkan keuntungan dari mobilitas tersebut,” tutur Hendry.
Karena itu, Hendry Harmen mengkritik cara berpikir Ridwan Kamil dalam merespons kritikan Cak Imin karena terlalu menyederhanakan masalah dengan melewatkan akar masalah. "Akar masalahnya adalah kurangnya ketersediaan jalan nasional yang tidak berbayar, yang merupakan urat nadi mobilitas barang dan orang antardaerah, yang murah dan lancar," tegas Hendry.
Dia menambahkan, jalan nasional bahkan jalan provinsi atau jalan kabupaten yang banyak dan berkualitas akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, khususnya bagi rakyat di sepanjang jalan tersebut, dan umumnya bagi rakyat secara luas. "Pada akhirnya, Mang Becak makan di warteg jadi murah, bukan karena adanya jalan tol, tetapi karena tersedianya jumlah jalan nasional yang cukup sehingga membuat biaya distribusi sembako menjadi lebih lancar dan murah,” jelas Hendry.
Hendry juga mengingatkan laporan Bank Dunia 2023 bahwa Logistic Performance Index Indonesia turun tajam dari peringkat 46 di 2018 menjadi peringkat 63 di 2023 dari 139 negara. "Indonesia jauh berada di bawah Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam. Dan hanya berada di atas Kamboja dan Laos,” tegasnya.
"Dari data ini tergambar, paradigma pembangunan era Jokowi bukan untuk memudahkan mobilitas rakyat secara umum, tetapi lebih pada mendapatkan keuntungan dari mobilitas tersebut,” tutur Hendry.
Karena itu, Hendry Harmen mengkritik cara berpikir Ridwan Kamil dalam merespons kritikan Cak Imin karena terlalu menyederhanakan masalah dengan melewatkan akar masalah. "Akar masalahnya adalah kurangnya ketersediaan jalan nasional yang tidak berbayar, yang merupakan urat nadi mobilitas barang dan orang antardaerah, yang murah dan lancar," tegas Hendry.
Dia menambahkan, jalan nasional bahkan jalan provinsi atau jalan kabupaten yang banyak dan berkualitas akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, khususnya bagi rakyat di sepanjang jalan tersebut, dan umumnya bagi rakyat secara luas. "Pada akhirnya, Mang Becak makan di warteg jadi murah, bukan karena adanya jalan tol, tetapi karena tersedianya jumlah jalan nasional yang cukup sehingga membuat biaya distribusi sembako menjadi lebih lancar dan murah,” jelas Hendry.
Hendry juga mengingatkan laporan Bank Dunia 2023 bahwa Logistic Performance Index Indonesia turun tajam dari peringkat 46 di 2018 menjadi peringkat 63 di 2023 dari 139 negara. "Indonesia jauh berada di bawah Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam. Dan hanya berada di atas Kamboja dan Laos,” tegasnya.
Lihat Juga :