Ridwan Kamil Balas Kritikan Cak Imin, Timnas Amin Membela
Kamis, 21 Desember 2023 - 16:54 WIB
loading...
Deputi Profesional dan Alumni Perguruan Tinggi Timnas Amin Hendry Harmen menjelaskan bahwa Cak Imin hanya menyampaikan unek-unek tukang becak yang mengeluh karena tidak bisa menikmati jalan tol. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Tim Nasional Pemenangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar ( Timnas Amin ) membela calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 1 Cak Imin yang kritikannya terkait pembangunan jalan tol dibalas Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Barat Prabowo-Gibran, Ridwan Kamil. Timnas Amin menilai balasan Ridwan Kamil atas kritikan Cak Imin keluar dari konteks.
Deputi Profesional dan Alumni Perguruan Tinggi Timnas Amin Hendry Harmen menjelaskan bahwa Cak Imin hanya menyampaikan unek-unek tukang becak yang mengeluh karena tidak bisa menikmati jalan tol yang dibangun termasuk dari pajak para tukang becak untuk pembangunan. “Saya melihat kritik Ridwan Kamil bukan hanya keluar dari konteks, tetapi juga sesat dalam berpikir,” kata Hendry, Kamis (21/12/2023).
Hendry Harmen menilai, Ridwan Kamil melewatkan satu hal bahwa sembako sebelum mencapai jalan tol harus melalui jalan biasa alias jalan non-tol yang seringnya macet. "Berapa banyak biaya bahan bakar dan waktu yang terbuang karena kemacetan?" ucap Hendry, mantan Ketua Alumni ITB dan mantan Staf Ahli Menteri BUMN ini.
Alumni magister studi pembangunan ITB dan ahli infrastruktur serta pengembangan wilayah itu menjelaskan, kemacetan terjadi utamanya karena penambahan jumlah jalan tidak seimbang dengan penambahan jumlah kendaraan. Dia melihat delapan tahun pemerintahan Jokowi, pembangunan jalan tol lebih panjang dari jalan nasional yang bisa dinikmati oleh semua kalangan dan semua jenis kendaraan dan tidak berbayar.
Deputi Profesional dan Alumni Perguruan Tinggi Timnas Amin Hendry Harmen menjelaskan bahwa Cak Imin hanya menyampaikan unek-unek tukang becak yang mengeluh karena tidak bisa menikmati jalan tol yang dibangun termasuk dari pajak para tukang becak untuk pembangunan. “Saya melihat kritik Ridwan Kamil bukan hanya keluar dari konteks, tetapi juga sesat dalam berpikir,” kata Hendry, Kamis (21/12/2023).
Hendry Harmen menilai, Ridwan Kamil melewatkan satu hal bahwa sembako sebelum mencapai jalan tol harus melalui jalan biasa alias jalan non-tol yang seringnya macet. "Berapa banyak biaya bahan bakar dan waktu yang terbuang karena kemacetan?" ucap Hendry, mantan Ketua Alumni ITB dan mantan Staf Ahli Menteri BUMN ini.
Alumni magister studi pembangunan ITB dan ahli infrastruktur serta pengembangan wilayah itu menjelaskan, kemacetan terjadi utamanya karena penambahan jumlah jalan tidak seimbang dengan penambahan jumlah kendaraan. Dia melihat delapan tahun pemerintahan Jokowi, pembangunan jalan tol lebih panjang dari jalan nasional yang bisa dinikmati oleh semua kalangan dan semua jenis kendaraan dan tidak berbayar.
Lihat Juga :