Bela Petani Tembakau, Ganjar: Perlu Kebijakan yang Proporsional
Selasa, 19 Desember 2023 - 15:06 WIB
loading...
Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo menekankan perlunya kebijakan yang proporsional agar petani dan ekosistem tembakau di Indonesia bisa berdikari. Foto/MPI/jonathan simanjuntak
A
A
A
YOGYAKARTA - Calon presiden (Capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo menegaskan membela petani dan ekosistem tembakau di Indonesia. Menurutnya dibutuhkan kebijakan proporsional agar petani dan ekosistem tembakau di Indonesia bisa berdikari.
Kebijakan proporsional itu dibutuhkan dengan mempertimbangkan sisi kesehatan dengan indikator prevalensi perokok dan sisi ketahanan industri serta agraria. Kebijakan itu penting agar suplai tembakau di Indonesia bisa terpenuhi.
“Di hulu, kini produksi petani tembakau sudah semakin turun, sedangkan permintaan semakin besar. Untuk itu, kita malah impor tembakau,” ungkap Ganjar saat berkunjung ke pabrik rokok HM Sampoerna, Bantul, Yogyakarta, Selasa (19/12/2023).
Baca juga: Lawan dan Berantas Korupsi, Ganjar Ingin RUU Perampasan Aset Koruptor Segera Disahkan
Menurut Ganjar, kebijakan mengenai tembakau tidak bisa ditinjau semata-mata dari sisi kesehatan. Ganjar juga menyinggung konvensi internasional Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) yang juga memukul industri perdagangan dalam negeri. Padahal, Indonesia memiliki tembakau yang berkualitas tinggi. Tembakau-tembakau itu bahkan berharga jual tinggi.
Kebijakan proporsional itu dibutuhkan dengan mempertimbangkan sisi kesehatan dengan indikator prevalensi perokok dan sisi ketahanan industri serta agraria. Kebijakan itu penting agar suplai tembakau di Indonesia bisa terpenuhi.
“Di hulu, kini produksi petani tembakau sudah semakin turun, sedangkan permintaan semakin besar. Untuk itu, kita malah impor tembakau,” ungkap Ganjar saat berkunjung ke pabrik rokok HM Sampoerna, Bantul, Yogyakarta, Selasa (19/12/2023).
Baca juga: Lawan dan Berantas Korupsi, Ganjar Ingin RUU Perampasan Aset Koruptor Segera Disahkan
Menurut Ganjar, kebijakan mengenai tembakau tidak bisa ditinjau semata-mata dari sisi kesehatan. Ganjar juga menyinggung konvensi internasional Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) yang juga memukul industri perdagangan dalam negeri. Padahal, Indonesia memiliki tembakau yang berkualitas tinggi. Tembakau-tembakau itu bahkan berharga jual tinggi.
Lihat Juga :