Menanti Drone Kamikaze Made In Indonesia

Senin, 18 Desember 2023 - 05:05 WIB
loading...
A A A
Berangkat dari diskripsi awal tentang pengembangan drone Kamikaze TNI AL dan capaian yang telah digapai Rajata, siapapun optimistis harapan negeri ini bisa memproduksi drone Kamikaze secara mandiri. Belajar dari proyek Elang Hitam, jangan sampai projek yang sudah setengah jalan itu tidak berlanjut alias berhenti pada prototipe. Terlebih, kehadiran drone Kamikaze telah menjadi bagian penting dalam beberapa medan laga modern yang pecah beberapa tahun belakangan, dan menjadi solusi ekonomis mencapai kemenangan.

Warna Baru di Palagan Dunia

Bila melihat konsepsi tentang perang modern seperti dijelaskan The Oxford History of Modern Warfare, maka kehadiran drone Kamikaze merupakan bagian metamorfis perang modern sejak bubuk mesiu ditemukan dan menjadi game changer peperangan. Penggunaan drone Kamikaze menjadi aktor alutsista terbaru yang mewarnai perang kontemporer termutakhir saat ini.

Dalam beberapa catatan, drone Kamikaze sudah digunakan dalam perang Azerbaijan vs Armenia untuk memperebutkan Nagorno-Karabakh pada 2020. Penggunaannya menemukan momentum pada perang Rusia vs Ukraina. Berdasar laporan BBC Indonesia bertajuk Perang Ukraina: Bagaimana Rusia Menggunakan Drone Kamikaze untuk Menggempur Kyiv?, Rusia diyakini menggunakan drone Shahed-136 buatan Iran sejak September 2022. Namun belakangan Iran membantah klaim tersebut.

baca juga: Drone Kamikaze Jatuh di Timur Moskow, Rusia Waspada

Drone Kamikaze yang dijuluki negeri Papa Beruang sebagai Geranium-2 itu memiliki bahan peledak pada hulu ledak di bagian hidungnya. Selain harganya murah, yakni sekitar USD20.000 atau sekitar Rp309 juta, Shahed-136 mampu terbang rendah hingga tidak mudah tertangkap radar. Beberapa target strategis yang diduga menjadi korbannya antara lain pangkalan militer Rusia di Saky, Krimea barat; pangkalan udara dekat Sevastopol; dan kapal-kapal Rusia di Pelabuhan Sevastopol.

Pada perkembangannya, Rusia menggunakan drone Kamikaze buatan sendiri, yakni Lancet. Drone Lancet yang bermuatan hingga 3 kg bahan peledak, mampu terbang rendah untuk menghindari deteksi, lincah bermanuver, dilaporkan The Telegraph sebagai ancaman besar bagi artileri Ukraina.

Selain karakternya yang unik, Lancet atau drone Kamikaze lainnya ‘terlalu mahal’ untuk ditangkal dengan sistem rudal pertahanan udara. Selain di palagan Eropa Timur, penggunaan drone juga nyaring terdengar dalam perang gerilya yang dilakukan Hamas melawan Israle Defense Force (IDF).

Penggunaan drone Kamikaze sangat strategis untuk mendukung implementasi perang asimetris (asymmetric warfare). Dengan keterbatasan sumber daya yang dimiliki, Hamas terbukti mampu merepotkan kekuatan Israel yang memiliki alutsista canggih dan tak terbatas.

Menurut sejumlah laporan, Hamas memanfaatkan drone Kamikaze untuk melakukan gempuran susulan, setelah first strike yang dilakukan roket murah meriah, yakni roket Qassam dan roket Tamir, merobek sistem pertahanan Iron Dome yang diandalkan Israel untuk menjaga wilayahnya. Analisis badan intelijen drone swasta DroneSec menunjukkan ada dua jenis drone yang digunakan, yakni drone FPV murah dilengkapi bahan peledak, dan drone sayap tetap baru yang juga bermuatan amunisi.

Armada drone sederhana terbukti sukses membantu membuka jalan bagi serangan darat pasukan Hamas. Hebatnya, sasaran drone Kamikaze Hamas terarah pada menara penjaga, menara keamanan, pos perbatasan, menara komunikasi, dan kamera CCTV yang memiliki pengenalan wajah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bakamla Gelar Latihan...
Bakamla Gelar Latihan Menembak di Perairan Dekat Pulau Galang
Perencanaan Matang dan...
Perencanaan Matang dan Value for Money Kunci Keberhasilan Modernisasi Alutsista
Indonesia-India Kerja...
Indonesia-India Kerja Sama Program Rudal Canggih BrahMos dan Udara ke Udara
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Resmi Masuk Daftar Belanja...
Resmi Masuk Daftar Belanja TNI AU, Ini Spesifikasi Chengdu J-10C Buatan China yang Akan Perkuat Langit Indonesia
Modernisasi Kapal Induk...
Modernisasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Penting untuk Perpanjang Usia Pakai
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
Eropa Luncurkan Perisai...
Eropa Luncurkan Perisai Udara yang Bakal Jadi Lawan Tangguh Drone
Rekomendasi
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Zero ODOL Dinilai Jadi...
Zero ODOL Dinilai Jadi Titik Awal Perkuat Keselamatan Transportasi
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
Berita Terkini
Cerita Megawati Pergoki...
Cerita Megawati Pergoki Intelijen: Hidup Saya Ini Diinteli Terus
Pakar Hukum: Secara...
Pakar Hukum: Secara Yuridis Pemeriksaan Mantan Jampidsus Tak Perlu Izin Kapolri dan Pejabat Negara Lainnya
Anggaran Rehab-Rekon...
Anggaran Rehab-Rekon Mulai Didistribusikan, Tito Minta K/L Informasikan Rencana Program pada Kepala Daerah
Roy Suryo: Rismon Tak...
Roy Suryo: Rismon Tak Layak Jadi Saksi di Kasus Ijazah Jokowi
Menteri Dody Ungkap...
Menteri Dody Ungkap Masalah Internal Kementerian PU Sangat Serius, Bongkar Berbagai Kasus termasuk Korupsi
OTT di Lombok Barat,...
OTT di Lombok Barat, KPK Sita Barang Bukti Rp9,06 Miliar
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved