Debat Capres Pertama: Anies dan Ganjar Ungguli Prabowo

Jum'at, 15 Desember 2023 - 18:05 WIB
loading...
A A A
Namun di sisi lain, Ganjar terkesan tidak ingin membangun aliansi dengan Prabowo dan beberapa kali melontarkan pertanyaan menohok. Ganjar memulainya dengan bertanya soal putusan MK namun ditegur moderator karena belum saatnya sesi tanya jawab.

Padahal, nenurut catatan saya, itu adalah pertanyaan ketiga yang timbul di sesi pertanyaan dari panelis. Pertama, pertanyaan Ganjar ke Prabowo soal penyelesaian Papua dan kedua, pertanyaan Prabowo ke Anies soal izin rumah ibadah. Namun baru di saat pertanyaan soal putusan MK-lah, moderator menegur.

Kritik untuk moderator agar tegas sejak awal dan agar jangan baru menertibkan ketika ada pertanyaan yang menohok. Jika memang belum sesi bertanya, capres pun bisa diminta untuk tidak menanggapi.

Di sesi tanya jawab, jawaban Anies kurang to the point (lugas), ketika menjawab pertanyaan Prabowo soal polusi. Jawaban yang kurang lugas tersebut, kemudian 'ditangkap' oleh Prabowo untuk 'attacking' soal angin dan hujan ketika menanggapi jawaban Anies.

Menurut saya ini akibat Anies kurang lugas dalam menjawab pertanyaan soal polusi. Ketika meresponse 'serangan' hujan dan angin dari Prabowo, Anies lebih berani dan ke luar dari pakemnya, dengan mengawali respons: "inilah bedanya bicara berdasarkan fiksi, dibandingkan bicara berdasarkan data".

Padahal, tanpa mengawali dengan sindiran soal fiksi, meng-counter dengan 'gaya Anies' yang santun, sudah cukup. Karena jawaban langsung ke substansi dengan bicara by data, lebih tepat dan fokus. Daripada mengkritik bicara berdasarkan fiksi, lebih pas dengan bicara tanpa data.

Sejak berstrategi mengurangi serangan terhadap Jokowi, Ganjar diprediksi akan bertanya soal Ibu Kota Nusantara (IKN) ke Anies. Dan ternyata benar. Anies memilih menjawab soal IKN secara diplomatis dan tidak terjebak untuk menjawab dengan jawaban tertutup: ya atau tidak.

Kali ini ketidaklugasan Anies diaplikasikan secara tepat menjadi jawaban yang diplomatis dan cerdas dari perspektif hukum. UU IKN memang mendapat kritik dari para pengamat hukum karena terkesan terburu-buru diundangkan dan tanpa melibatkan partisipasi publik.

Seperti yang sudah diduga, Prabowo akan diserang dengan pertanyaan terkait pelanggaran HAM dan juga Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memberi karpet merah untuk Gibran sebagai cawapres. Walaupun 2 pertanyaan tersebut sudah dapat diprediksi, sayangnya Prabowo masih terlihat tidak sepenuhnya siap, baik dengan jawaban, maupun dalam mengatur ekspresi.

Prabowo sebenarnya bisa bertanya soal E-KTP dan Wadas ke Ganjar atau Formula E ke Anies. Namun ketiga pertanyaan tersebut tidak muncul dalam debat pertama ini. Wadas tidak ditanyakan, diprediksi karena akan menyeret nama Presiden Jokowi. Namun soal E-KTP dan Formula E, sebenarnya bisa ditanyakan. Karena debat pada hakikatnya adalah untuk ‘menguliti’ (potensi) kelemahan seorang kandidat.

Pertanyaan soal pelanggaran HAM dan soal makam para korban, menjadi best moment Ganjar. Ketika menjawab pertanyaan Ganjar soal pelanggaran HAM di sesi tanya jawab, alih-alih menjawabnya secara tegas, Prabowo menyebut nama politisi partai Demokrat Andi Arief, yang dulu menjadi korban penculikan dan kini duduk di barisan pendukungnya. Juga nama Budiman Sujatmiko yang dulu menjadi tahanan politik (tapol).

Prabowo bahkan mencontohkan dengan banyaknya kasus orang hilang pada saat ini (yang nota bene merupakan kasus pidana). Padahal kasus pelanggaran HAM tidak sama dengan tindak pidana pada umumnya. Contoh-contoh pelanggaran HAM adalah penyiksaan dan perlakuan merendahkan martabat, eksekusi mati tanpa proses hukum yang adil, penghilangan paksa atau penghilangan orang, pelecehan seksual dan kekerasan gender, penahanan sembarang atau penahanan tanpa pengadilan, dan diskriminasi ras, agama, gender atau kelompok lainnya. Prabowo terlihat tidak siap meng-counter pertanyaan yang disebutkan sendiri olehnya, sebagai pertanyaan klasik 5 tahunan.

Ketika menjawab putusan MKMK dari Anies, Prabowo menangkisnya dengan dalih Putusan MK bersifat final, sehingga tinggal dilaksanakan saja. Yang melanggar etika (Ketua MK) sudah dihukum bersadarkan putusan MKMK. Jadi tidak ada masalah jika diputuskan tidak ada pergantian cawapres.

Namun ketika menjawab ke Ganjar soal putusan MK, Prabowo seolah ambigu terkait tidak adanya intervensi. Di kedua jawaban tersebut narasi Prabowo kurang lebih sama: tahu sama tahulah (padahal Kami sebagai penonton sama sekali tidak paham apa maksudnya) dan jangan seperti anak kecil (yang menunjukkan ketidaksiapan dalam menjawab pertanyaan yang sudah dapat diprediksi).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo: Kita Butuh...
Prabowo: Kita Butuh Kritik untuk Perbaiki Diri
Gerindra: Komunikasi...
Gerindra: Komunikasi Prabowo dengan Jokowi Baik-Baik Aja
Prabowo Ingatkan Gaji...
Prabowo Ingatkan Gaji Polisi Berasal dari Uang Rakyat: Jangan Justru Menyusahkan
Prabowo: Hukum Tidak...
Prabowo: Hukum Tidak Boleh Menjadi Alat Balas Dendam Politik
3 Purnawirawan Polri...
3 Purnawirawan Polri Dianugerahi Pangkat Kehormatan: Sidarto Danusubroto, Taufiequrachman Ruki, dan Taufiq Effendi
Daftar Lengkap Penerima...
Daftar Lengkap Penerima Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti dan Bintang Bhayangkara Nararya
Prabowo Beri Penghargaan...
Prabowo Beri Penghargaan Nugraha Sakanti ke Polda Riau, Kapolda: Milik Seluruh Personel
Prabowo Respons Usulan...
Prabowo Respons Usulan Tambahan Beasiswa Doktor bagi Dosen: Akan Kita Tindak Lanjuti
Rosan Roeslani: Dukungan...
Rosan Roeslani: Dukungan Prabowo Jadi Kunci Lahirnya Juara Dunia
Rekomendasi
Sah, 4 Marketplace Ini...
Sah, 4 Marketplace Ini Resmi Pungut Pajak PPh 22
MICoCS 2026: Akademisi...
MICoCS 2026: Akademisi Dunia Kupas Tantangan AI bagi Industri Media dan Komunikasi
Surat Perpisahan Ronald...
Surat Perpisahan Ronald Koeman Usai Belanda Terusir di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Senator: Tambahan Penerima...
Senator: Tambahan Penerima Bantuan Pangan Harus Diiringi Penguatan Data dan Pemberdayaan Masyarakat
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Sekjen Perindo Ferry Kurnia Tegaskan Peran Strategis Polri Kawal Pembangunan
Sejarawan dan Akademisi...
Sejarawan dan Akademisi Apresiasi Kepemimpinan Wali Kota Agustina Selamatkan Artefak dan Arsip Kemaritiman
Di Hadapan Prabowo,...
Di Hadapan Prabowo, Kapolri: SPPG Polri Berhasil Pertahankan Zero Accident
Sulhu dan Islah: Sebuah...
Sulhu dan Islah: Sebuah Refleksi
KPK Panggil Lagi Bos...
KPK Panggil Lagi Bos Maktour Fuad Hasan terkait Kasus Kuota Haji
Infografis
Besaran Gaji dan Tunjangan...
Besaran Gaji dan Tunjangan Hakim Sebelum Dinaikkan Prabowo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved