Melalui Buku Ini, Direktur Indofood Kupas Sistem Pangan Berkelanjutan
Minggu, 09 Agustus 2020 - 01:41 WIB
loading...
Direktur Indofood Franciscus Welirang. Foto/Dok Okezone
A
A
A
JAKARTA - Direktur Indofood Franciscus Welirang ternyata juga sangat piawai dalam hal menulis. Di buku berjudul Jebakan Krisis dan Ketahanan Pangan yang segera terbit, pria yang biasa disapa Franky menyumbang tulisan berjudul Sistem Pangan Berkelanjutan Menuju Kemandirian Pangan.
Dalam tulisannya di buku ini, Franky menyatakan dampak dari pandemi Covid-19 sangatlah dahsyat. Sampai dengan kuartal ke II 2020, sepertiga dari populasi dunia ada dalam kondisi “lock down” dan lebih dari 200 negara mengalami dampak kesehatan dan ekonomi luar biasa termasuk di Indonesia.
Dampak juga muncul karena keterbatasan rantai pasok, perdagangan internasional, serta kenaikan biaya, baik ekspor, impor maupun produksi lokal. “Sama pentingnya adalah dampak terhadap kondisi ketahanan pangan dan sistem pangan lokal untuk menyediakan pangan yang terjangkau, tersedia dan memiliki nilai gizi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar konsumen," katanya..(Baca juga: Jadi Penulis Tamu, AHY Wakili Milenial di Buku tentang Ketahanan Pangan )
Franky pun percaya, pencapaian ketahanan pangan sekaligus ketahanan gizi untuk mencapai iIndividu yang sehat, aktif, produktif dan cerdas seperti amanat Undang Undang Pangan memerlukan spirit gotong royong.
Dalam kolaborasi yang melibatkan semua pemangku kepentingan bersama- sama menggunakan spirit dan fondasi kemandirian pangan. Untuk itu diperlukan revitalisasi sistem pangan nasional yang berkelanjutan.
Dalam tulisannya di buku ini, Franky menyatakan dampak dari pandemi Covid-19 sangatlah dahsyat. Sampai dengan kuartal ke II 2020, sepertiga dari populasi dunia ada dalam kondisi “lock down” dan lebih dari 200 negara mengalami dampak kesehatan dan ekonomi luar biasa termasuk di Indonesia.
Dampak juga muncul karena keterbatasan rantai pasok, perdagangan internasional, serta kenaikan biaya, baik ekspor, impor maupun produksi lokal. “Sama pentingnya adalah dampak terhadap kondisi ketahanan pangan dan sistem pangan lokal untuk menyediakan pangan yang terjangkau, tersedia dan memiliki nilai gizi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar konsumen," katanya..(Baca juga: Jadi Penulis Tamu, AHY Wakili Milenial di Buku tentang Ketahanan Pangan )
Franky pun percaya, pencapaian ketahanan pangan sekaligus ketahanan gizi untuk mencapai iIndividu yang sehat, aktif, produktif dan cerdas seperti amanat Undang Undang Pangan memerlukan spirit gotong royong.
Dalam kolaborasi yang melibatkan semua pemangku kepentingan bersama- sama menggunakan spirit dan fondasi kemandirian pangan. Untuk itu diperlukan revitalisasi sistem pangan nasional yang berkelanjutan.
Lihat Juga :