alexametrics

Indonesia Diminta Tetap Mewaspadai Kebangkitan Komunisme

loading...
Indonesia Diminta Tetap Mewaspadai Kebangkitan Komunisme
Mantan anggota DPR Djoko Edhi Abdurrahman, menegaskan, bahwa kebangkitan PKI memang ada dan benar adanya serta sampai saat terasa dalam masyarakat. (Foto/Ilustrasi/SINDOnews/Dok)
A+ A-
JAKARTA - Mantan anggota DPR Djoko Edhi Abdurrahman, menegaskan, bahwa kebangkitan PKI memang ada dan benar adanya serta sampai saat terasa dalam masyarakat.

"Saya ambil contoh seperti saat ini seperti yang sering dilakukan oleh teman-teman dari 'yayasan 65' di bawah pimpinan saudara Bejo," ujarnya dalam siaran pers, Minggu (14/1/2018).



Wasekjen Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum PBNU itu mengetahui, bahwa Bejo dan aktivis organisasi pelajar underbow PKI di tahun 60-an saat ini atas nama hak asasi manusia (HAM) ingin agar negara dalam hal ini meminta maaf pada PKI.

Karena menurut mereka, kata Djoko, PKI dianggap sebagai korban politik konflik internal angkatan darat. "Hemat saya upaya yayasan 65 itu sah-sah saja dilakukan dalam rangka merehabilitasi nama PKI," ungkapnya.

"Tapi juga merupakan fakta politik bahwa PKI adalah pelaku yang terlibat ingin merebut kekuasaan dengan memanfaatkan kondisi pertentangan politik yang tajam di tahun 65 itu," tegasnya.

Di era generasi mineal ini, kata dia, banyak anak-anak muda yang lahir di era tahun 90 an tidak mengerti tentang sejarah pemberontakan PKI, sehingga muda terprovokasi atas nama HAM.

"Maka saya sangat setuju dengan Jenderal Gator Nurmantyo mantan Panglima TNI yang gencar menggelar nonton bareng film G30S/PKI, agar masyarakat mengerti dan tahu apa yang sebenarnya terjadi, PKI itu menyerang duluan bukan korban. Itu harus terus diantisipasi," terangnya.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak