Peneliti Politik BRIN Sebut Format Baru Debat Pilpres Bisa Dianggap Pelanggaran

Senin, 04 Desember 2023 - 18:59 WIB
loading...
Peneliti Politik BRIN...
Pasangan capres-cawapres Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, dan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka saat mengambil undian nomor urut Pilpres 2024 di KPU. FOTO/DOK.MPI
A A A
JAKARTA - Peneliti politik senior Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Lili Romli menganggap format debat Pilpres 2024 yang dibuat Komisi Pemilihan Umum (KPU) bisa dianggap pelanggaran terhadap regulasi yang ada. Sebab, dalam Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2023 disebutkan debat pilpres digelar 5 kali, terdiri atas 3 kali debat calon presiden (capres) dan 2 kali debat calon wakil presiden (cawapres).

"Jika bunyi aturannya seperti itu, mestinya format debat Pilpres mengacu pada Peraturan KPU tersebut. Jika tidak mengacu pada aturan tersebut, bisa masuk kategori pelanggaran karena sedang menabrak atau menyimpang dari aturan yang sudah dibuat," kata Prof Lili dalam keterangannya, Senin (4/12/2023).

Jika nanti format debat Pilpres 2024 tetap dengan berbagai alasan, Prof Lili melihat KPU telah sadar akan risikonya. Sebab, KPU berpeluang besar dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) karena tidak tunduk pada aturan yang ada.



Menurut Lili, aturan debat Pilpres di Peraturan KPU dibuat bukan tanpa alasan. Format debat yang lama lebih bermanfaat bagi masyarakat mendengar kemampuan para calon.

"Sesungguhnya jika format debat yang sudah ada dalam PKPU tersebut, di mana ada debat capres dan cawapres, publik akan mendapatkan informasi dan pengetahuan yang komprehensif tentang kemampuan atau kompetensi baik itu kompetensi capres maupun cawapresnya," kata Prof Lili.

Dengan tidak dipisah debat capres dan debat cawapres, maka publik tidak akan tahu sejauh mana kompetensi dari masing pasangan. Sebab, berdasarkan pengalaman sebelumnya, dalam debat kerap waktunya habis digunakan oleh capresnya, sementara cawapres tidak mempunyai kesempatan yang luas karena waktunya terbatas.

"Baru mau jawab, tiba-tiba bel berbunyi yang menandakan waktu habis," ujarnya.

Baca juga: Format Debat Pilpres 2024 Diubah, Pemuda Perindo Ingatkan KPU Junjung Tinggi Sportivitas

Prof Lili sangat menyayangkan perubahan format debat capres-cawapres 2024. Hal itu semakin memperkuat opini adanya intervensi.

Sebelumnya, KPU telah menetapkan debat capres digelar tiga kali dan debat cawapres akan digelar dua kali. Dalam setiap gelarannya, setiap pasangan capres-cawapres harus hadir. Format ini berbeda dengan Pilpres 2019, debat Capres-Cawapres digelar dengan komposisi berbeda. Yaitu 1 kali debat khusus cawapres tanpa dihadiri capres. Lalu 2 kali khusus debat Capres, dan 2 kali dihadiri Capres-Cawapres.

Ketua KPU Hasyim Asy’ari mengatakan, format itu diubah dengan maksud supaya pemilih dapat melihat sejauh mana kerja sama masing-masing capres-cawapres bahu-membahu satu sama lain dalam penampilan debat.

"Sehingga, kemudian supaya publik makin yakin lah teamwork (kerja sama) antara capres dan cawapres dalam penampilan di debat," ujar Hasyim.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Legal Standing Belum...
Legal Standing Belum Lengkap, Sidang Perdana Gugatan Bonatua Terhadap KPU-Rektor UGM Ditunda
Polemik Ijazah Jokowi,...
Polemik Ijazah Jokowi, Bonatua Silalahi Gugat KPU, Bawaslu, hingga Rektor UGM
Gugat Penetapan Capres...
Gugat Penetapan Capres 2014 dan 2019, Bonatua Bawa Novum Baru ke PTUN
Terbukti Selingkuh dan...
Terbukti Selingkuh dan Pungli, Anggota KPU OKU Timur Dipecat
KPU Ingatkan PPP Tetap...
KPU Ingatkan PPP Tetap Mengacu UU Pemilu dan Parpol saat Daftar Peserta Pemilu
Roy Suryo Tuding Format...
Roy Suryo Tuding Format Ukuran Ijazah Jokowi Berbeda, Ketum Jokman: Ini Sesuatu Hal yang Enggak Masuk Akal
KPU Jakarta Timur Dorong...
KPU Jakarta Timur Dorong Parpol Memperbarui Data
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Akan Gugat KPU terkait Ijazah Jokowi
Wapres Filipina Sara...
Wapres Filipina Sara Duterte Maju sebagai Calon Presiden pada Pemilu 2028
Rekomendasi
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Kenangan Pahit 2002 Hantui La Albirroja
Berita Terkini
Besok Komisi I DPR Tetapkan...
Besok Komisi I DPR Tetapkan 7 Anggota KIP 2026-2030
5 Calon Manajer Kopdes...
5 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal, Kemhan Ganti Nama Latsarmil
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Anggaran Pelatihan SPPI Lebih Besar untuk Latsarmil ketimbang Substansi Koperasi
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Wamensesneg: Presiden...
Wamensesneg: Presiden Sangat Paham dan Menghargai Kebebasan Akademik di Kampus
Modus Judi Online di...
Modus Judi Online di Hayam Wuruk Samarkan Aktivitas sebagai Perusahaan Teknologi
Infografis
Israel Sebut Iran Telah...
Israel Sebut Iran Telah Bisa Buat 5 Senjata Bom Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved