Mengenang Letjen TNI (Purn) Doni Monardo, Jenderal Kopassus yang Mengubah Lawan Jadi Kawan
Senin, 04 Desember 2023 - 14:27 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Doni Monardo di Mata Ganjar Pranowo: Tentara Pencinta Lingkungan
Seiring perjalanan waktu, dengan selesainya berbagai konflik di Indonesia, walaupun masih ada yang belum selesai, Kopassus amat menyadari paradigma "Dulu Lawan Sekarang Kawan". Ketika konflik dinyatakan selesai, tidak ada lagi lawan, yang ada hanyalah sesama manusia yang saling menjaga silaturahmi.
Hal itulah yang dilakukan Doni Monardo saat menjadi Danjen Kopassus. Saat HUT Kopassus ke-63 pada 16 April 2015 Kopassus mengundang pihak yang pernah menjadi musuh untuk bersilaturahmi dengan anggota, baik yang masih aktif maupun yang sudah purnawirawan ke Markas Kopassus di Cijantung.
Di antaranya mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Muzakir Manaf, kemudian Panglima Pasukan Pertahanan Timor Leste sekaligus tokoh militer Fretilin Lere Anan Timur dan sebagainya.
Dalam pertemuan itu, Doni Monardo menyatakan, profesi seorang prajurit adalah profesi yang sulit, sering menempatkan mereka dalam posisi "salah tingkah", tetapi prajurit yang baik adalah prajurit yang memiliki kelapangan dada untuk mampu memaafkan dan merangkul yang dulu dianggap lawan sebagai kawan.
"Bila memperhatikan saudara-saudara kita yang belum sepaham, mereka hanya menuntut satu hal yakni rasa cinta, kebersamaan dan kesejahteraan, serta hak yang sama. Mereka hanya perlu diberi pemahaman bahwa kita adalah satu keluarga yang berada dalam naungan Merah Putih yang diikat oleh kebinekaan Pancasila," ujar Doni dalam buku berjudul "Kopassus untuk Indonesia" dikutip SINDOnews, Senin (4/12/2023).
Seiring perjalanan waktu, dengan selesainya berbagai konflik di Indonesia, walaupun masih ada yang belum selesai, Kopassus amat menyadari paradigma "Dulu Lawan Sekarang Kawan". Ketika konflik dinyatakan selesai, tidak ada lagi lawan, yang ada hanyalah sesama manusia yang saling menjaga silaturahmi.
Hal itulah yang dilakukan Doni Monardo saat menjadi Danjen Kopassus. Saat HUT Kopassus ke-63 pada 16 April 2015 Kopassus mengundang pihak yang pernah menjadi musuh untuk bersilaturahmi dengan anggota, baik yang masih aktif maupun yang sudah purnawirawan ke Markas Kopassus di Cijantung.
Di antaranya mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Muzakir Manaf, kemudian Panglima Pasukan Pertahanan Timor Leste sekaligus tokoh militer Fretilin Lere Anan Timur dan sebagainya.
Dalam pertemuan itu, Doni Monardo menyatakan, profesi seorang prajurit adalah profesi yang sulit, sering menempatkan mereka dalam posisi "salah tingkah", tetapi prajurit yang baik adalah prajurit yang memiliki kelapangan dada untuk mampu memaafkan dan merangkul yang dulu dianggap lawan sebagai kawan.
"Bila memperhatikan saudara-saudara kita yang belum sepaham, mereka hanya menuntut satu hal yakni rasa cinta, kebersamaan dan kesejahteraan, serta hak yang sama. Mereka hanya perlu diberi pemahaman bahwa kita adalah satu keluarga yang berada dalam naungan Merah Putih yang diikat oleh kebinekaan Pancasila," ujar Doni dalam buku berjudul "Kopassus untuk Indonesia" dikutip SINDOnews, Senin (4/12/2023).
Lihat Juga :