Ganjar Minta KPU Tindak Lanjuti Kebocoran Data Pemilih: Jangan Sampai Kepercayaan Masyarakat Hilang
Jum'at, 01 Desember 2023 - 15:13 WIB
loading...
Capres Ganjar Pranowo memberikan keterangan kepada media di Gereja Masehi Injili di Timor, Nusantara Tenggara Timur (NTT), Jumat (1/12/2023). FOTO/MPI/DANANDAYA ARYA PUTRA
A
A
A
JAKARTA - Calon presiden (capres) Ganjar Pranowo meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) segera menindaklanjuti soal kebocoran data pemilih Pemilu 2024. Sebab bila ditangani lambat kepercayaan publik terhadap lembaga penyelenggara pemilu itu akan menurun.
"Saya minta untuk segera ditindaklanjuti jangan sampai kepercayaan masyarakat kepada KPU hilang," kata Ganjar di Gereja Masehi Injil di Timor, Nusantara Tenggara Timur (NTT), Jumat (1/12/2023).
Dia meminta KPU dalam menyelesaikan perkara ini bisa bekerja secara transparan. Agar publik bisa menyikapi permasalahan itu dengan baik tanpa adanya rasa kecemasan.
"Maka soal kebocoran ini segera dibuka kepada publik apa persoalannya dan bagaimana kita menyiapkan itu," sambungnya.
KPU bisa berkoordinasi dengan lembaga negara lain seperti Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) ataupun Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Kombinasi antar lembaga tersebut diharapkan mampu menanggulangi peretasan ini agar memastikan pemilu berjalan dengan aman.
"Saya kira banyak instrumen yang bisa kita pakai untuk mengamankan itu dan KPU harus bisa membuktikan bahwa itu akan aman," katanya.
"Saya minta untuk segera ditindaklanjuti jangan sampai kepercayaan masyarakat kepada KPU hilang," kata Ganjar di Gereja Masehi Injil di Timor, Nusantara Tenggara Timur (NTT), Jumat (1/12/2023).
Dia meminta KPU dalam menyelesaikan perkara ini bisa bekerja secara transparan. Agar publik bisa menyikapi permasalahan itu dengan baik tanpa adanya rasa kecemasan.
"Maka soal kebocoran ini segera dibuka kepada publik apa persoalannya dan bagaimana kita menyiapkan itu," sambungnya.
KPU bisa berkoordinasi dengan lembaga negara lain seperti Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) ataupun Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Kombinasi antar lembaga tersebut diharapkan mampu menanggulangi peretasan ini agar memastikan pemilu berjalan dengan aman.
"Saya kira banyak instrumen yang bisa kita pakai untuk mengamankan itu dan KPU harus bisa membuktikan bahwa itu akan aman," katanya.
Lihat Juga :