KPAI Sayangkan Pemerintah Buka Sekolah di Zona Kuning

Jum'at, 07 Agustus 2020 - 20:59 WIB
loading...
KPAI Sayangkan Pemerintah...
KPAI menyayangkan langkah pemerintah yang memberikan izin kepada sekolah di zona kuning untuk menggelar kegiatan belajar tatap muka. Foto/SINDOnewsanak-anak
A A A
JAKARTA - Pemerintah resmi memberikan lampu hijau sekolah di zona kuning untuk melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengkritik langkah tersebut.

KPAI menilai KBM tatap muka sangat berisiko bagi anak-anak. Menilik data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, ada 249 kabupaten dan kota yang bisa membuka sekolahnya. Itu artinya sekitar 43% peserta didik kembali masuk ke sekolah. (Baca juga: KPAI Kritisi Rencana Pemerintah Buka Sekolah di Luar Zona Hijau)

Komisioner KPAI Retno Listyarti mengatakan hak hidup dan sehat bagi anak-anak merupakan yang utama di masa pandemi Covid-19. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), menurutnya, telah menyampaikan risiko anak yang terpapar Covid-19 akan mengalami kerusakan pada paru-parunya. Dia menuturkan ada potensi anak-anak menularkan ke keluarga yang lebih tua, seperti kakek atau neneknya. Hal ini akan berpotensi meningkat potensi kematian. Penularan virus Sars Cov-II akan terus berlangsung dan tidak tahu kapan berakhirnya. (Baca juga: Kemendikbud Akhirnya Terbitkan Kurikulum Darurat Pandemi Covid-19)

Retno menerangkan seharusnya pemerintah mengevaluasi terlebih dahulu surat keputusan bersama (SKB) empat menteri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran tahun ajaran baru 2020/2021. Itu bisa menjadi bahan perbaikan untuk sekolah di zona hijau. “Proses ini setidaknya tidak pernah disampaikan kepada publik. Padahal, hasil pengawasan KPAI di 15 sekolah di wilayah Jawa barat, Banten, dan DKI Jakarta, hanya satu sekolah yang siap dan memenuhi daftar periksa, yakni SMKN 11 Kota Bandung,” ujarnya, Jumat (7/8/2020).

Pemerintah semestinya belajar dari kasus pembukaan sekolah di zona hijau yang belakangan malah ditemukan kasus positif Covid-19. Pertama, di Pariaman ditemukan seorang guru dan operator sekolah yang positif setelah seminggu KBM.

Di Tegal pun terjadi peristiwa serupa. Setelah dua minggu KBM, ada seorang siswa yang positif Covid-19. Lulusan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu menyatakan pemerintah daerah seharusnya melakukan tes polymerase chain reaction (PCR) ke 30 orang dari kasus dalam populasi. “Kalau belum terbukti terinfeksi Covid-19, biaya tes tidak ditanggung pemerintah pusat. Pas sekolah dibuka dan ada kasus, siapa yang akan menanggung biaya untuk tes 30 anak atau guru,” tuturnya.

Jumlah orang terpapar Covid-19 di Indonesia semakin banyak. Ini yang membuat status zona hijau tak menjamin keselamatan dan kesehatan peserta didik, guru, dan staf di sekolah. “Zona hijau di Bengkulu dan membuka sekolah pada 20 Juli 2020. Setelah dua minggu wilayah itu malah menjadi zona merah karena tenaga kesehatan di salah satu puskesmas terinfeksi Covid-19,” katanya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPAI Soroti Juri Cerdas...
KPAI Soroti Juri Cerdas Cermat 4 Pilar MPR, Ingatkan Prinsip Adil dan Nondiskriminatif
HUT ke-1, Puspadaya...
HUT ke-1, Puspadaya Ajak Masyarakat Saksikan Pemutaran Dokumentasi Jejak Langkah
KPAI Ungkap Trauma Psikologis...
KPAI Ungkap Trauma Psikologis Korban Keracunan MBG di Jakarta Timur
Orang Tua Siswa Datangi...
Orang Tua Siswa Datangi KPAI, Perjuangkan Hak Pendidikan 500 Lebih Siswa SMK IDN Bogor
Kabar Duka, Ketua KPAI...
Kabar Duka, Ketua KPAI Margaret Aliyatul Maimunah Meninggal Dunia
KPAI Minta Penyebab...
KPAI Minta Penyebab Kematian Siswa yang Diduga Dianiaya Oknum Brimob di Maluku Diungkap
Puluhan Anak Disiksa...
Puluhan Anak Disiksa di Daycare Little Arestha Jogja, KPAI: Lebih Sistematis
Jenazah Ketua KPAI Margaret...
Jenazah Ketua KPAI Margaret Aliyatul Maimunah Disalatkan di Kantor PBNU
SMAN 72 Jakarta Gelar...
SMAN 72 Jakarta Gelar Kegiatan Belajar secara Daring, Fokus Pemulihan Psikologis
Rekomendasi
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Berita Terkini
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved