Bertemu Jokowi, Nelayan Minta Kebijakan KKP Soal PIT dan Sistem Kuota Zona Dibatalkan

Kamis, 30 November 2023 - 18:09 WIB
loading...
Bertemu Jokowi, Nelayan...
Solidaritas Nelayan Indonesia (SNI) menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Solidaritas Nelayan Indonesia (SNI) menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara. Pertemuan tersebut terkait dengan permasalahan usaha perikanan tangkap dan kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan SNI Muara Baru James Then menyatakan, penolakannya terhadap Penangkapan Ikan Terukur (PIT) dan sistem kuota zona yang tidak efektif. "Tolak PIT dan sistem kuota zona atau pangkalan karena tidak efektif dan efisien serta rawan konflik horizontal," ucapnya, Kamis (30/11/2023).

Dari hasil pertemuan dengan Presiden Jokowi, kata James, Presiden Jokowi akan membatalkan kebijakan PIT dan sistem kuota. "Presiden akan menunda atau membatalkan PIT dan sistem kuota," katanya.

Baca juga: Diterjang Badai, Sejumlah Perahu Nelayan di Belitung Timur Rusak

Sebelumnya, para nelayan pantura Pati-Rembang menggelar pertemuan dengan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Jenderal TNI (Purn) Wiranto di Jakarta pada Selasa, 29 November 2023.

Pertemuan itu dilakukan lantaran para nelayan sudah merasa gerah dengan kebijakan dari Kementerian Kelautan, dan Perikanan (KKP) yang tidak berpihak terhadap nelayan. Nelayan menganggap kebijakan yang dibuat KKP sangat menyengsarakan.

Apalagi, dengan diterbitkannya PP Nomor 11 Tahun 2023 tentang Penangkapan Ikan Terukur (PIT) pada 2024 membuat para nelayan merasa keberatan. Dalam pertemuan yang berlangsung hampir 1 jam lebih di Kantor Wantimpres itu, Wiranto menanggapi aduan yang disampaikan oleh para nelayan Pantura.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KKP Tangkap Kapal Asing...
KKP Tangkap Kapal Asing Pengangkut 1,2 Ton Ikan Napoleon Ilegal
Momen Prabowo Ikut Tarik...
Momen Prabowo Ikut Tarik Jaring Bersama Nelayan Tambak Saat Panen Raya Udang di Kebumen
HNSI Apresiasi Komitmen...
HNSI Apresiasi Komitmen Prabowo Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan
Prabowo Janji Bangun...
Prabowo Janji Bangun 5.000 Desa Nelayan dalam 3 Tahun
Prabowo Bangun 1.582...
Prabowo Bangun 1.582 Kapal Penangkap Ikan, Bakal Dibagikan ke Nelayan
Penasihat Ahli Kapolri...
Penasihat Ahli Kapolri Apresiasi Polda Bali Berhasil Bongkar TPPO KM Awindo A2
3 Unit Insinerator KKP...
3 Unit Insinerator KKP di Gili Trawangan Masih Menunggu Izin Operasi
Bantu Aktivitas Ekonomi...
Bantu Aktivitas Ekonomi Nelayan, Wilmar Serahkan Peralatan Tangkap Ikan
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
Rekomendasi
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Pengembangan CBG Perkuat...
Pengembangan CBG Perkuat Transisi dan Kemandirian Energi Nasional
Kena PHK Dapat Uang...
Kena PHK Dapat Uang Tunai 60% dari Gaji selama 6 Bulan, Ini Syaratnya
Berita Terkini
Ketua Dewan Pers Komaruddin...
Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat Tekankan Sikap Kritis dan Konstruktif Media Massa
Kepala BPOM: Masa Depan...
Kepala BPOM: Masa Depan Indonesia Ditentukan SDM Unggul, Bukan Lagi Kekayaan SDA
Birokrasi dan Paradoks...
Birokrasi dan Paradoks Belanja Negara
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
Demokrat Ajak Semua...
Demokrat Ajak Semua Elemen Bangsa Jaga Ruang Publik yang Kondusif dan Beradab
Gugatan CLS terkait...
Gugatan CLS terkait Ijazah Wapres Gibran Lanjut ke Pemeriksaan Pokok Perkara
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved