Sepertinya Ada yang Tidak Ingin PDIP dan Demokrat Mesra

loading...
Sepertinya Ada yang Tidak Ingin PDIP dan Demokrat Mesra
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan politikus PDIP sekaligus Ketua DPR RI Puan Maharani. Foto/SINDOnews/Yulianto
A+ A-
JAKARTA - Silaturahmi yang dilakukan Ketua UmumPartai DemokratAgus Harimurti Yudhoyono (AHY) kepada politikus PDIP yang juga Ketua DPR Puan Maharani, Kamis (6/8/2020) ternyata membuat beberapa elite politik kebakaran jenggot. Padahal, di tengah kondisi wabah Covid-19 yang melanda negeri ini, perlu keharmonisan dan kerja sama seluruh elemen masyarakat untuk menghadapinya. Sehingga tidak semua kondisi dibawa ke dalam perasaan (baper).

"Sangat disayangkan. Padahal, suasana silaturahmi tersebut sangat positif membangun iklim politik yang kondusif pada saat ini. Kenapa mesti dicederai oleh serangan-serangan yang kontra produktif oleh beberapa kader PDIP dan Golkar terhadap pernyataan Ibas Yudhoyono," ujar pengamat politik dari Arus Survei Indonesia Ali Rifan, Jumat (7/8/2020).

Diberitakan, pada acara internal di hadapan anggota DPR RI, sebelum bertemu Puan Maharani, Ketua Fraksi Partai Demokrat (F-PD) Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menyampaikan pidato yang menyoroti kondisi ekonomi Indonesia pada saat ini.

Adik kandung AHY tersebut membandingkan ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memimpin Indonesia selama dua periode (2004-2014), perekonomian Indonesia meroket di atas 5 persen, APBN meningkat, utang dan defisit terjaga. "Pendapatan rakyat naik. Termasuk mampu menekan persentase angka kemiskinan dan pengangguran," kata Ibas di hadapan AHY dan anggota FPD DPR-RI serta beberapa pengurus pusat Demokrat.(Baca juga: Ibas: Demokrat Beri Koreksi Agar Negara Tidak Jatuh ke Jurang).



"Sepertinya ada pihak-pihak yang tidak ingin PDIP dan Partai Demokrat mesra dan menjalin relasi. Pertemuan politik yang dilakukan Puan dan AHY kemarin, direspons positif oleh publik. Pemuatan beritanya sangat luas. Perbincangan di media sosial pun cukup intens, dengan sentimen yang sangat positif," papar Ali.

Dia menambahkan, dalam situasi pandemi Covid-19 seperti ini dan kondisi ekonomi yang tidak mudah, seharusnya pertemuan antarkekuatan politik besar di negeri ini bisa dioptimalkan untuk memberikan tenaga dan semangat baru dalam memberikan solusi bagi masyarakat. (Baca juga: Membandingkan Peluang AHY dan Puan Merebut Tiket Pilpres 2024).

Sebelumnya, politikus Partai Demokrat Hinca Pandjaitan menyebut menyalahkan masa lalu menjadi kebiasaan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam dialektika bernegara. Hal itu diungkapkan Hinca mengomentari pernyataan politikus PDIP Hendrawan Supratikno yang menyebut Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meninggalkan banyak proyek mangkrak.



Hendrawan menilai SBY meninggalkan ekonomi stabil, datar tapi sulit untuk diakselerasi. Pernyataan Hendrawan menanggapi pernyataan Wakil Ketua Umum Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) yang menyebut kondisi ekonomi Indonesia pernah meroket saat periode kepemimpinan ayahhnya 2004-2014.
(zik)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top