Kerja Sama Dalam Pemberantasan Bentuk Baru Kejahatan Transnasional

Jum'at, 24 November 2023 - 11:35 WIB
loading...
A A A
Taiwan Sebagai Referensi Pengalaman Bermanfaat dan Kesiapan Untuk Aktif Berkolaborasi Dengan Interpol

Pada 2022, polisi Taiwan menemukan beberapa jenis perdagangan manusia yang mengejutkan di Kamboja dan Myanmar. Sindikat kejahatan yang terorganisir dengan baik ini beroperasi di bawah model perusahaan dan menggunakan platform daring untuk merekrut orang dari seluruh dunia dengan menawarkan peluang kerja menarik di luar negeri.

Para korban yang tergiur dengan janji manis dan palsu tersebut malah disekap, dipaksa bekerja di pusat-panggilan (call center) penipuan, dan menjadi sasaran berbagai bentuk perlakuan kejam seperti pemukulan, penyiksaan listrik, pemberian obat-obatan terlarang, dan kekerasan seksual. Semua hal itu dilakukan untuk memaksa mereka terlibat dalam aktivitas ilegal, termasuk penipuan transnasional, pencucian uang kripto, serta perdagangan narkoba dan manusia.

Sayangnya, laporan polisi Taiwan kepada Interpol tidak membuahkan hasil nyata. Sebagai gantinya, Taiwan harus mengandalkan bantuan polisi dari negara-negara mitra untuk berbagi informasi intelijen dan bekerja sama dalam penyelidikan. Untuk mengatasi situasi ini, Taiwan juga membentuk tim antipenipuan lintas pemerintah nasional yang bertujuan untuk melakukan operasi pencegahan, penyelamatan, serta penyelidikan yang intensif untuk menghentikan lebih banyak warga Taiwan menjadi korban atau bagian dari penipuan. Alhasil, sampai dengan bulan Juli 2023, 478 korban telah berhasil diselamatkan.

Berita tentang situasi ini telah menarik perhatian dunia internasional, dan kepolisian di Eropa, AS, Asia Tenggara, dan negara-negara lainnya di mana mereka memberikan tingkat kewasapadaan lanjut akan ancaman kejahatan baru ini yang melibatkan korban dari berbagai negara. Dengan demikian, menggabungkan sumber daya internasional dan melakukan penyelidikan secara kolaboratif, akan mendorong semua pihak mampu menegakkan hukum dan mengatasi masalah keamanan global ini.

Dalam Menyadari Urgensi Keamanan Global, Pentingnya Dukungan untuk Partisipasi Taiwan dalam Interpol

Pada 1984, ketika Tiongkok mengajukan permohonan untuk bergabung dengan Interpol, mereka memutuskan untuk menerapkan persyaratan yang bertentangan dengan semangat Konstitusi Interpol. Mereka merampas hak dan status keanggotaan Taiwan, dan selalu menyebut "masalah politik" sebagai alasan untuk menghalangi partisipasi Taiwan dalam Interpol secara efektif. Hal ini tidak hanya merusak upaya pencegahan kejahatan dan pertukaran intelijen, tetapi juga menghambat kemampuan Taiwan dalam memerangi kejahatan transnasional.

Namun, kita tidak harus terjebak dalam pandangan negatif bahwa sejarah hanya tentang kejahatan dan bencana. Karenanya, kami ingin mengajak semua pihak untuk mendukung partisipasi Taiwan dalam Sidang Umum tahunan Interpol sebagai pengamat. Dengan begitu, otoritas kepolisian Taiwan akan memiliki kesempatan untuk terlibat dalam berbagai kegiatan, pertemuan, dan pelatihan, berinteraksi dengan negara-negara lain, dan mengatasi kendala dalam pertukaran intelijen terkait kejahatan transnasional.

Ini adalah masalah yang berkaitan dengan keamanan global, dan saatnya kita semua menyatukan suara bersama. Mari kita sertakan Taiwan dan Interpol bekerja sama. Berikut link video Interpol tahun ini

https://Www.Facebook.Com/100064811706349/posts pfbid028J7wR6SaF7eDW7NDXcD8UYRyf2fF4GEnBy46hQ8ukpJmrAfzUFaB46QErcRrcJLhl/?Mibextid=cr9u03
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kejagung Tak Hanya Andalkan...
Kejagung Tak Hanya Andalkan Interpol Buru Jurist Tan
RI Jadi Negara Tujuan...
RI Jadi Negara Tujuan Kejahatan Transnasional, Interpol Dorong Pemerintah Bentuk Task Force
Syekh Ahmad Al-Misry...
Syekh Ahmad Al-Misry Tersangka Pelecehan Seksual, Polri Ajukan Red Notice
Bareskrim Tangkap Buronan...
Bareskrim Tangkap Buronan Penipuan Internasional, Penasihat Ahli Kapolri: Bukti Kerja Sama yang Baik
Antara “One China...
Antara One China Policy dan Dua Realitas Politik
Bareskrim Ungkap Modus...
Bareskrim Ungkap Modus Phishing Tools yang Bikin Kerugian Global Rp350 Miliar
Taiwan Luncurkan Robot...
Taiwan Luncurkan Robot Anjing Bersenjata untuk Berbagai Misi
Sadis! Perempuan Dibunuh...
Sadis! Perempuan Dibunuh dan Dibakar Mantan Pacar, Jasadnya Dibuang ke Sungai Enim
Tragis, Balita 2 Tahun...
Tragis, Balita 2 Tahun Tewas dengan Luka Tusukan di Bekasi
Rekomendasi
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Mitsubishi Triton Ralliart...
Mitsubishi Triton Ralliart Merapat, Nissan Tendang Navara Nismo
Wasit Resmi Piala Dunia...
Wasit Resmi Piala Dunia 2026 Ditolak Masuk AS, FIFA Diminta Bayar Kompensasi Rp1,6 Miliar
Berita Terkini
Masa Penahanan Gus Yaqut...
Masa Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang selama 30 Hari
Prabowo Minta Menkes...
Prabowo Minta Menkes Perluas CKG-Perkuat Penanggulangan TBC
Konflik PPP Banten Dinilai...
Konflik PPP Banten Dinilai Lebih dari Sekadar Pergantian Ketua
4 Oknum Prajurit TNI...
4 Oknum Prajurit TNI Terdakwa Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Hari Ini Divonis
3 Guru Besar Kedokteran...
3 Guru Besar Kedokteran Bakal Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa
Kasus Mega Korupsi BGN...
Kasus Mega Korupsi BGN dan Kitas-Kitap
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved