Kasus Kekerasan Seksual Tinggi, RUU PKS Diminta Tak Ditunda Lagi

Jum'at, 07 Agustus 2020 - 11:23 WIB
loading...
A A A
Berdasarkan filosofis, lanjut Bintang, pengaturan ini merupakan komitmen dan mandat dari Pancasila dan UUD 1945. Berikutnya landasan sosiologis, yakni banyaknya isu mengenai penghapusan kekerasan seksual dan banyaknya korban.
Sedangkan dari sisi yuridis karena adanya kekosongan hukum, mulai dari upaya pencegahan, penanganan, hingga rehabilitasi yang berspektif korban dan memberikan efek jera pada pelaku.

Pertimbangan kedua, yaitu dibutuhkan sistem pencegahan yang komprehensif di berbagai bidang seperti pendidikan, ekonomi, sosial, budaya, pelayanan publik, tata ruang pemerintah dan tata kelola kelembagaan. Sementara, pertimbangan lainnya yaitu perlu ada pengaturan yang berspektif terhadap korban.

Sebagai informasi, RUU PKS telah dikeluarkan DPR dari daftar RUU yang masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2020 karena menuai beragam prokontra. Beleid itu rencananya akan dimasukkan kembali dalam pembahasan tahun depan dan akan diputuskan pada Oktober 2020.

Perjalanan RUU ini memang sudah berlangsung sejak diusulkan pada 2014. Kemudian, beleid itu akhirnya mulai dibahas DPR dalam Prolegnas pada 2016 namun berulang kali tertunda hingga tahun ini.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PBNU: Segelintir Kasus...
PBNU: Segelintir Kasus Kekerasan Seksual Tak Mewakili Wajah Pesantren
Kekerasan Fisik dan...
Kekerasan Fisik dan Seksual Masih Ada, Menag: Pesantren Harus Jadi Ruang Paling Aman bagi Anak
Nasaruddin Umar: Tidak...
Nasaruddin Umar: Tidak Ada Toleransi Terhadap Kekerasan Fisik dan Seksual di Pesantren
MUI Minta Pelaku Kekerasan...
MUI Minta Pelaku Kekerasan Seksual di Ponpes Ndolo Kusumo Diberi Hukuman Maksimal
Syekh Ahmad Al-Misry...
Syekh Ahmad Al-Misry Tersangka Pelecehan Seksual, Polri Ajukan Red Notice
Update Kasus Pelecehan...
Update Kasus Pelecehan di FHUI: 16 Terlapor Diperiksa, Bukti Chat 2024–2026 Ditelaah
UI Jatuhkan Sanksi Kasus...
UI Jatuhkan Sanksi Kasus KSBE di Fakultas Hukum, 15 Terlapor Terbukti Melanggar
PBB Masukkan Israel...
PBB Masukkan Israel dalam Daftar Hitam Kekerasan Seksual, Zionis Bekukan Hubungan dengan Guterres
Israel dan Rusia Masuk...
Israel dan Rusia Masuk Blacklist PBB terkait Kekerasan Seksual dalam Konflik, Zionis Murka
Rekomendasi
Dukung Program MBG,...
Dukung Program MBG, Wali Kota Tangsel: Gizi Anak Jadi Prioritas Pembangunan SDM
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
BCA Buka Pendaftaran...
BCA Buka Pendaftaran Beasiswa PPBP dan PPTI Tahun Ajaran 2027
Berita Terkini
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
GenIUS Expo 2026 Dorong...
GenIUS Expo 2026 Dorong Siswa Kembangkan Potensi Diri melalui Karya dan Inovasi
Kapolri: ASN Sipil Duduki...
Kapolri: ASN Sipil Duduki Jabatan di Polri Akan Diatur lewat PP atau Perpres
Kapolri Diminta Segera...
Kapolri Diminta Segera Lantik Kapolda Jabar, Kalbar, dan Sumbar
Infografis
5 Alasan Kapal Induk...
5 Alasan Kapal Induk AS Tak Lagi Relevan dalam Perang Masa Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved