Caleg Populer 2024-2029 Siap Digelar, Ini Penjelasannya
Kamis, 23 November 2023 - 00:59 WIB
loading...
A
A
A
Aspek pemberitaan dan image digital, untuk mengukur banyaknya pemberitaan seputar calon legislatif, serta mengukur sentiment positif dan negatif pemberitaan. Aspek digital top mind, untuk mengukur seberapa melekat nama dari calon legislatif di benak masyarakat secara digital.
"Ada tiga kriteria yang harus dipenuhi oleh calon legislatif lolos seleksi yaitu: Calon Legislatif Populer tercantum dalam Daftar Calon Tetap (DCT) yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Calon Legislatif Populer memiliki dominasi pemberitaan positif dalam lima halaman mesin pencarian pertama dengan angka dominasi minimal 90% pemberitaan positif. Calon Legislatif Populer diulas lebih dari 500 ulasan di internet dalam kurun waktu 1 tahun terakhir, serta meraih angka final skor minimal 70 poin,” imbuhnya.
Ahmad Arief Munajad menambahkan, di era digital seperti saat ini, dinamika politik menjadi semakin kompleks, perkembangan pesat dunia digital mengharuskan para caleg untuk mempunyai personal branding yang kuat, untuk dapat membuat perbedaan signifikan dalam persepsi dan dukungan yang diterima.
"Artinya, para caleg yang akan berlaga pada pemilu 2024 mendatang sebaiknya memiliki visi yang kuat dan pandangan yang tajam, mereka juga mampu mengkomunikasikan pesan mereka secara efektif melalui platform-platform digital,” jelasnya.
Perlu diketahui, Apresiasi Calon Legislatif Populer 2024-2029 sebagai bentuk apresiasi kepada calon legislatif yang berhasil membangun popularitas personal brand-nya di ranah digital, namun apresiasi ini tidak mengukur tingkat keterpilihan/elektabilitas calon legislatif 2024-2029.
"Ada tiga kriteria yang harus dipenuhi oleh calon legislatif lolos seleksi yaitu: Calon Legislatif Populer tercantum dalam Daftar Calon Tetap (DCT) yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Calon Legislatif Populer memiliki dominasi pemberitaan positif dalam lima halaman mesin pencarian pertama dengan angka dominasi minimal 90% pemberitaan positif. Calon Legislatif Populer diulas lebih dari 500 ulasan di internet dalam kurun waktu 1 tahun terakhir, serta meraih angka final skor minimal 70 poin,” imbuhnya.
Ahmad Arief Munajad menambahkan, di era digital seperti saat ini, dinamika politik menjadi semakin kompleks, perkembangan pesat dunia digital mengharuskan para caleg untuk mempunyai personal branding yang kuat, untuk dapat membuat perbedaan signifikan dalam persepsi dan dukungan yang diterima.
"Artinya, para caleg yang akan berlaga pada pemilu 2024 mendatang sebaiknya memiliki visi yang kuat dan pandangan yang tajam, mereka juga mampu mengkomunikasikan pesan mereka secara efektif melalui platform-platform digital,” jelasnya.
Perlu diketahui, Apresiasi Calon Legislatif Populer 2024-2029 sebagai bentuk apresiasi kepada calon legislatif yang berhasil membangun popularitas personal brand-nya di ranah digital, namun apresiasi ini tidak mengukur tingkat keterpilihan/elektabilitas calon legislatif 2024-2029.
(maf)
Lihat Juga :