Jaga Integritas, TikTok Akan Hapus Video Hoaks Kampanye Pemilu 2024
Selasa, 21 November 2023 - 20:38 WIB
loading...
Menjelang Pemilu 2024, TikTok Indonesia berkomitmen untuk memastikan integritas dan netralitas digital platformnya selama periode Pemilu 2024. Foto/Ilustrasi/Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menjelang Pemilu 2024 , TikTok Indonesia berkomitmen untuk memastikan integritas dan netralitas digital platformnya selama periode Pemilu 2024. Hal ini dikatakan Public Policy and Government Relations Manager TikTok Faris Mufid.
Menurutnya, langkahnya ini untuk terciptanya ruang digital yang aman dan nyaman bagi komunitasnya. "Memelihara keseimbangan antara ekspresi diri dan pertukaran gagasan kewarganegaraan tanpa menghambat proses kebebasan berpendapat selama berlangsungnya Pemilu," kata Faris Mufid dalam keterangannya, Selasa (21/11/2023)
Kata dia, sebagai bagian dari upaya untuk memenuhi komitmen tersebut, TikTok akan bertindak tegas dan menghapus menghapus semua konten yang mengandung misinformasi, disinformasi, dan hoaks maupun melanggar panduan komunitas di dalam platform.
Baca juga: AMSI Gelar Pelatihan Cek Fakta Lawan Disinformasi dan Misinformasi Jelang Pemilu 2024
"Tim moderasi TikTok mampu memoderasi konten dalam lebih dari 70 bahasa, didukung oleh tim ahli yang mampu meninjau konten yang membutuhkan konteks lebih, seperti misinformasi," ucapnya.
Selain itu Faris menjelaskan, pihaknya juga bekerja sama dengan lebih dari 15 organisasi pemeriksa fakta di seluruh dunia yang mampu meninjau konten dalam lebih dari 40 bahasa.
Menurutnya, langkahnya ini untuk terciptanya ruang digital yang aman dan nyaman bagi komunitasnya. "Memelihara keseimbangan antara ekspresi diri dan pertukaran gagasan kewarganegaraan tanpa menghambat proses kebebasan berpendapat selama berlangsungnya Pemilu," kata Faris Mufid dalam keterangannya, Selasa (21/11/2023)
Kata dia, sebagai bagian dari upaya untuk memenuhi komitmen tersebut, TikTok akan bertindak tegas dan menghapus menghapus semua konten yang mengandung misinformasi, disinformasi, dan hoaks maupun melanggar panduan komunitas di dalam platform.
Baca juga: AMSI Gelar Pelatihan Cek Fakta Lawan Disinformasi dan Misinformasi Jelang Pemilu 2024
"Tim moderasi TikTok mampu memoderasi konten dalam lebih dari 70 bahasa, didukung oleh tim ahli yang mampu meninjau konten yang membutuhkan konteks lebih, seperti misinformasi," ucapnya.
Selain itu Faris menjelaskan, pihaknya juga bekerja sama dengan lebih dari 15 organisasi pemeriksa fakta di seluruh dunia yang mampu meninjau konten dalam lebih dari 40 bahasa.
Lihat Juga :