Dinilai Aneh, Rencana 500 TKA China Masuk Indonesia di Tengah Corona
Kamis, 30 April 2020 - 13:08 WIB
loading...
Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay. Foto/SINDOnews/Rico Afrido Simanjuntak
A
A
A
JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay menilai aneh sikap pemerintah yang berencana memberikan izin masuk 500 tenaga kerja asing (TKA) asal China.
Sebanyak 500 TKA itu akan datang untuk bekerja di Perusahaan PT Virtue Dragon Nickel Industry Kabupaten Konawe.
"Kebijakan memberi izin masuk kepada para TKA itu aneh. Ada kesan bahwa pemerintah sangat inferior jika berhadapan dengan investor asal China," ujar Saleh kepada SINDOnews, Kamis (30/4/2020).
Saleh menangkap kesan Indonesia kurang berdaulat jika berhadapan dengan investor. “Kasus kedatangan TKA asal China di masa pandemi seperti ini bukan sekali ini saja. Tempo hari ada juga puluhan orang TKA asal China yang tiba di Kepulauan Riau. Itu juga menimbulkan polemik. Tapi kok semakin diperdebatkan, malah tidak semakin menyusutkan langkah mereka untuk masuk ke Indonesia,” tuturnya. (Baca juga: 500 TKA China Akan Masuk ke Konawe, Ini Sikap DPRD Sultra )
Padahal, kata dia, saat ini banyak warga negara Indonesia yang membutuhkan pekerjaan. Banyak perusahaan yang terpaksa merumahkan para pekerjanya. Di saat-saat seperti ini, penanaman modal asing semestinya menjadi alternatif bagi mereka untuk bekerja.
“Salah satu manfaat investasi asing adalah menciptakan lapangan pekerjaan bagi tenaga kerja lokal. Jika investasi asing justru mempekerjakan TKA, berarti investasi itu tidak memiliki added value. Hanya menguntungkan pihak asing saja. Wajar jika dikritisi dan dipertanyakan masyarakat,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (PAN) ini.
Saleh meminta pemerintah mendengarkan aspirasi DPRD, pemerintah provinsi, dan masyarakat Sulawesi Tenggara yang dengan tegas menolak masuknya tenaga kerja asing (TKA) di masa pandemi Covid-19 ini.
Sebanyak 500 TKA itu akan datang untuk bekerja di Perusahaan PT Virtue Dragon Nickel Industry Kabupaten Konawe.
"Kebijakan memberi izin masuk kepada para TKA itu aneh. Ada kesan bahwa pemerintah sangat inferior jika berhadapan dengan investor asal China," ujar Saleh kepada SINDOnews, Kamis (30/4/2020).
Saleh menangkap kesan Indonesia kurang berdaulat jika berhadapan dengan investor. “Kasus kedatangan TKA asal China di masa pandemi seperti ini bukan sekali ini saja. Tempo hari ada juga puluhan orang TKA asal China yang tiba di Kepulauan Riau. Itu juga menimbulkan polemik. Tapi kok semakin diperdebatkan, malah tidak semakin menyusutkan langkah mereka untuk masuk ke Indonesia,” tuturnya. (Baca juga: 500 TKA China Akan Masuk ke Konawe, Ini Sikap DPRD Sultra )
Padahal, kata dia, saat ini banyak warga negara Indonesia yang membutuhkan pekerjaan. Banyak perusahaan yang terpaksa merumahkan para pekerjanya. Di saat-saat seperti ini, penanaman modal asing semestinya menjadi alternatif bagi mereka untuk bekerja.
“Salah satu manfaat investasi asing adalah menciptakan lapangan pekerjaan bagi tenaga kerja lokal. Jika investasi asing justru mempekerjakan TKA, berarti investasi itu tidak memiliki added value. Hanya menguntungkan pihak asing saja. Wajar jika dikritisi dan dipertanyakan masyarakat,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (PAN) ini.
Saleh meminta pemerintah mendengarkan aspirasi DPRD, pemerintah provinsi, dan masyarakat Sulawesi Tenggara yang dengan tegas menolak masuknya tenaga kerja asing (TKA) di masa pandemi Covid-19 ini.