JK Sebut Megawati Presiden Paling Demokratis, Ini Alasannya
Kamis, 16 November 2023 - 00:41 WIB
loading...
Presiden ke-5 RI Prof.Dr. (HC) Megawati Soekarnoputri menyampaikan orasi usai menerima gelar doktor kehormatan bidang ilmu sosial dari Universiti Tunku Abdul Rahman (UTAR) di Selangor, Malaysia, Senin (2/10/2023). Foto/ANTARA
A
A
A
JAKARTA - Mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla ( JK ) mengatakan bahwa Megawati Soekarnoputri merupakan sosok presiden yang paling demokratis sepanjang sejarah di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan sikap Megawati yang tak ingin menggunakan kekuasaannya saat tengah mengikuti Pilpres 2004.
"Ibu Mega sebenarnya di antara semua yang paling demokratis, karena pada saat berkuasa dia tak pakai kekuasaan untuk berkuasa tahun 2004. Sehingga saya dan Pak SBY bisa mengalahkan Bu Mega. Sekiranya pakai kekuasaan pasti kita kalah, tapi dia tidak," kata JK dalam Habibie Democracy Forum, Jakarta Pusat, Rabu (15/11/2023).
JK menceritakan sejarah sikap demokrasi para presiden sebelum era Megawati. Dia memberikan contoh Bung Karno jatuh karena dua hal yang terjadi, politik dan ekonomi krisis yang bersamaan. Lalu Soeharto jatuh juga karena dua krisis bersamaan.
Baca juga: JK Ingatkan Presiden Jokowi Bisa Jatuh Akibat 2 Krisis Ini
"Habibie hanya 1,5 tahun jatuh karena demokrasi itu sendiri, karena kurang pemahaman tidak menghargai prestasi,” tuturnya.
"Ibu Mega sebenarnya di antara semua yang paling demokratis, karena pada saat berkuasa dia tak pakai kekuasaan untuk berkuasa tahun 2004. Sehingga saya dan Pak SBY bisa mengalahkan Bu Mega. Sekiranya pakai kekuasaan pasti kita kalah, tapi dia tidak," kata JK dalam Habibie Democracy Forum, Jakarta Pusat, Rabu (15/11/2023).
JK menceritakan sejarah sikap demokrasi para presiden sebelum era Megawati. Dia memberikan contoh Bung Karno jatuh karena dua hal yang terjadi, politik dan ekonomi krisis yang bersamaan. Lalu Soeharto jatuh juga karena dua krisis bersamaan.
Baca juga: JK Ingatkan Presiden Jokowi Bisa Jatuh Akibat 2 Krisis Ini
"Habibie hanya 1,5 tahun jatuh karena demokrasi itu sendiri, karena kurang pemahaman tidak menghargai prestasi,” tuturnya.
Lihat Juga :