Kilas Balik Nomor Urut Capres-Cawapres, dari Pilpres 2004 hingga Pilpres 2019

Selasa, 14 November 2023 - 16:37 WIB
loading...
Kilas Balik Nomor Urut...
Surat suara Pilpres 2014. Foto/Dok SINDO
A A A
JAKARTA - Jelang pengundian dan penetapan nomor urut capres-cawapres 2024, menarik diulas nomor urut pasangan capres-cawapres sejak Pilpres 2004 hingga Pilpres 2019. Siapa saja yang pernah bertarung di pilpres tersebut lengkap dengan nomor urutnya akan dibahas dalam artikel ini.

Sejak era Reformasi, Indonesia telah melaksanakan empat kali pemilihan presiden dan wakil presiden secara langsung. Pilpres 2024 akan menjadi perhelatan yang kelima untuk memilih langsung presiden dan wapres.

Kita mulai dengan Pilpres 2004. Pilpres 2004 digelar dua putaran lantaran pada babak awal tidak ada yang mencapai suara mayoritas. Putaran pertama diselenggarakan pada tanggal 5 Juli 2004. Pilpres ini diikuti oleh 5 pasangan calon. Berikut nomor urutnya:

Nomor Urut 1: Wiranto-Salahuddin Wahid
Nomor Urut 2: Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi
Nomor Urut 3: Amien Rais-Siswono Yudo Husodo
Nomor Urut 4: Susilo Bambang Yudhoyono-M Jusuf Kalla
Nomor Urut 5: Hamzah Haz-Agum Gumelar

Putaran kedua Pilpres 2004 diikuti oleh pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-M Jusuf Kalla dan Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi. Kedua pasangan tersebut meraih suara terbanyak pertama dan kedua pada putaran pertama, namun tidak mencapai lebih dari 50 persen suara.

Hasil pilpres putaran kedua yang digelar 20 September 2004, pasangan SBY-JK menang Pilpres 2004 setelah meraih 69.266.350 suara atau 60,62 persen. Sementara, Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi meraih 44.990.704 suara atau setara 39,38 persen.

Lima tahun kemudian, digelar Pilpres 2009. Kali ini, ada tiga pasangan calon yang bertarung yakni Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto (nomor urut 1), Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono (nomor urut 2), dan Jusuf Kalla-Wiranto (nomor urut 3).

Baca Juga: Jadwal Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres 2024 hingga Kampanye

Dalam pemungutan suara yang dilakukan pada 8 Juli 2009, pasangan nomor urut 2 yakni SBY-Boediono, meraih suara mayoritas. SBY-Boediono meraih 73.874.562 suara atau setara 60,8 persen.

Di urutan kedua, pasangan Megawati-Prabowo meraih 32.548.105 atau setara 26,79 persen. Di urutan buncit ada pasangan JK-Wiranto yang meraih 15.081.814 atau setara 12,41 persen.

Pada Pilpres 2014, hanya ada dua pasangan calon yang bertarung. Keduanya adalah Joko Widodo-Jusuf Kalla yang diusung Koalisi Indonesia Hebat dan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang diusung Koalisi Merah Putih.

Baca Juga: Jejak 4 Jenderal TNI di Pilpres, SBY Menang 2 Kali

Prabowo-Hatta yang mendapat nomor urut 1, harus mengakui keunggulan pasangan Jokowi-JK yang bernomor urut 2. Jokowi-JK menjadi pemenang Pilpres 2014 setelah meraih 70.997.833 suara atau setara 53,15 persen. Sementara, Prabowo-Hatta hanya meraih 62.576.444 suara atau setara 46,85 persen dalam pilpres yang digelar pada 9 Juli 2014 tersebut.

Sama dengan Pilpres 2014, Pilpres 2019 juga diikuti dua pasangan calon yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin (nomor urut 1) dan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno (nomor urut 2).

Pilpres yang digelar pada 17 April 2019 ini dimenangkan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dengan perolehan 85.607.362 suara atau setara 55,50 persen. Prabowo Subianto-Sandiaga Uno hanya meraih 68.650.239 suara atau setara 44,50 persen. Pemilihan ini dilaksanakan serentak dengan pemilihan umum legislatif.

Berapa nomor urut capres-cawapres 2024? Pengundian dan penetapannya dilaksanakan Selasa (14/11/2023) malam ini.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Usulan KPK soal Capres-Cawapres...
Usulan KPK soal Capres-Cawapres dari Kader Partai Dinilai Keliru
Ditanya Maju Pilpres...
Ditanya Maju Pilpres 2029, Anies: Kita Lihat Nanti
Usulan KPK soal Bakal...
Usulan KPK soal Bakal Capres-Cawapres dari Kader Partai Tidak Mudah
Keluarga Presiden dan...
Keluarga Presiden dan Wapres Dilarang Maju Pilpres, DPR: Setiap Warga Negara Punya Hak Dipilih
MK Diminta Larang Keluarga...
MK Diminta Larang Keluarga Presiden dan Wapres Ikut Pilpres, PKS: Bagus juga untuk Pilkada
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Wapres Filipina Sara...
Wapres Filipina Sara Duterte Maju sebagai Calon Presiden pada Pemilu 2028
Presiden Ini Menang...
Presiden Ini Menang Pilpres 7 Kali Berturut-turut, Rival Menuduhnya Curang
Rekomendasi
MNC Sekuritas dan BRI...
MNC Sekuritas dan BRI Manajemen Investasi Ajak Investor Raih Reward Reksa Dana Total Rp2,5 Juta
Ruben Onsu Kesal Diawasi...
Ruben Onsu Kesal Diawasi Giorgio saat Bertemu Anak : Saya Ortu Kandungnya
BAZNAS DKI Jakarta Buka...
BAZNAS DKI Jakarta Buka Lowongan Kerja, Ini Syarat dan Posisi yang Dibuka
Berita Terkini
GIC: Ziarah Kapolri...
GIC: Ziarah Kapolri Bentuk Penghormatan Tulus terhadap Tokoh Bangsa Tanpa Kecuali
Prabowo Bertemu Profesor...
Prabowo Bertemu Profesor Imperial College London di Istana, Bahas Apa?
iPhone XS Mantan Kepala...
iPhone XS Mantan Kepala Dinas Perizinan Jogja Dilelang KPK: Laku Rp34 Juta, tapi Belum Dilunasi Pemenang Lelang
Kebangkitan Sepak Bola...
Kebangkitan Sepak Bola Asia: Pelajaran untuk Pembangunan Ekonomi
Memahami Urgensi Koperasi...
Memahami Urgensi Koperasi Desa Merah Putih
Polda Metro Singgung...
Polda Metro Singgung Ada Mantan Pejabat Berupaya Hambat Kasus Roy Suryo
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved