Ekonomi Kian Berat, Reshuffle Kabinet Dinilai Langkah Tepat
Kamis, 06 Agustus 2020 - 13:45 WIB
loading...
Kondisi ekonomi Indonesia semakin berat. Isu reshuffle pun menguat karena kinerja anggota kabinet terkait yang dianggap Presiden Jokowi tidak memiliki sense of crisis. Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kondisi ekonomi Indonesia semakin berat, bahkan diprediksi bakal menuju resesi. Isu reshuffle kabinet pun menguat karena kinerja anggota kabinet terkait yang dianggap Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak memiliki sense of crisis.
Ketua Umum Jenggala Center (JC) Ibnu Munzir menyebut kemarahan Presiden merupakan hal wajar dan bahkan perlu mengingat kondisi bangsa yang genting. Menurutnya, Presiden hari ini butuh orang-orang yang bekerja cerdas dan tanggap. (Baca juga: Ekonomi RI Ambyar -5,32%, Awas Makin Banyak PHK!)
Selanjutnya, masyarakat tinggal menunggu apakah ancaman Presiden benar adanya. “Tentu dalam hal ini Presiden haruslah mempertimbangkan dengan matang keputusan yang akan diambil, karena berkaitan dengan kinerja kabinet selanjutnya," ujarnya dalam Webinar Jenggala Center di Jakarta, Rabu (5/08/2020).
Mantan Wakil Ketua Komisi V DPR itu mengatakan, menguatnya isu reshuffle terlihat semakin jelas ketika beberapa lembaga survei merilis hasil surveinya mengenai perubahan opini publik di tengah pandemi Covid-19 dari dimensi kesehatan dan ekonomi. Di mana hasilnya menujukkan mayoritas responden setuju Presiden Jokowi melakukan reshuffle Kabinet Indonesia Maju. (Baca juga: Relawan Sebut Jokowi Pantas Marah ke Menteri: Obatnya Reshuffle!)
Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya yang hadir sebagai narasumber mengungkapkan, sebanyak 67,2 % masyarakat puas terhadap kinerja pemerintahan pusat. Sementara yang menyatakan tidak puas sebanyak 30,1%.
Ketua Umum Jenggala Center (JC) Ibnu Munzir menyebut kemarahan Presiden merupakan hal wajar dan bahkan perlu mengingat kondisi bangsa yang genting. Menurutnya, Presiden hari ini butuh orang-orang yang bekerja cerdas dan tanggap. (Baca juga: Ekonomi RI Ambyar -5,32%, Awas Makin Banyak PHK!)
Selanjutnya, masyarakat tinggal menunggu apakah ancaman Presiden benar adanya. “Tentu dalam hal ini Presiden haruslah mempertimbangkan dengan matang keputusan yang akan diambil, karena berkaitan dengan kinerja kabinet selanjutnya," ujarnya dalam Webinar Jenggala Center di Jakarta, Rabu (5/08/2020).
Mantan Wakil Ketua Komisi V DPR itu mengatakan, menguatnya isu reshuffle terlihat semakin jelas ketika beberapa lembaga survei merilis hasil surveinya mengenai perubahan opini publik di tengah pandemi Covid-19 dari dimensi kesehatan dan ekonomi. Di mana hasilnya menujukkan mayoritas responden setuju Presiden Jokowi melakukan reshuffle Kabinet Indonesia Maju. (Baca juga: Relawan Sebut Jokowi Pantas Marah ke Menteri: Obatnya Reshuffle!)
Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya yang hadir sebagai narasumber mengungkapkan, sebanyak 67,2 % masyarakat puas terhadap kinerja pemerintahan pusat. Sementara yang menyatakan tidak puas sebanyak 30,1%.