Bincang Mangrove Gema Persada LH, Walhi Sebut Dua Pulau di Sumsel Hilang
Minggu, 05 November 2023 - 11:06 WIB
loading...
A
A
A
Seminar yang diikuti ratusan mahasiswa ini dibuka Wakil Rektor I UMP Prof Indawan Syahri. Acara juga dihadiri Rektor UMP Abid Djazuli, Wakil Dekan Fakultas Pertanian UMP, Ketua Umum Gema Persada LH FP UMP dan jajarannya, serta para civitas akademika UMP.
Menurut Febrian, hilangnya dua pulau akibat kerusakan alam, ini juga disebabkan lemahnya penegakan hukumsehingga semakin memicu alih fungsi hutan mangrovedi kawasan Sumsel. Agar pulau-pulau kecil di perairan Sumseltidak semakin hilang perlu adanya tindakan konkret upaya penyelamatan lingkungan secara terpadu dan konsisten.
“Bumi kita ini sudah mendidih, yang artinya saat ini kita sudah mengalami yang namanya krisis iklim dan faktor penyebabnya ialah penegakan hukum yang lemah, ketimpangan penguasaan lahan, dan kebijakan yang tidak pro dengan kelestarian lingkungan dan masyarakat,” kata Febrian.
Selain Febrian, seminar juga menghadirkan nara sumber Heri Amalindo(tokoh masyarakat Sumsel/penggiat lingkungan), Lulu Yuningsih(Akademisi/Ketua Program Pendidikan Kehutanan Fakultas Pertanian UMP), dan Ahmad Zamhari(Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel).
baca juga: Uni Eropa Dukung Agenda Indonesia FOLU Net Sink 2030
“Mahasiswa-mahasiswa seperti inilah yang kita butuhkan, yang cinta dengan alam. Karena jika kita menjaga alam, alam akan melindungi kita. Sekarang lingkungan alam kita sudah tergerus, termasuk mangrove ini. Di sekitar sini dibuat pertambangan, dibuat perikanan. Tidak diharamkan, tapi regulasi atau peraturannya itu yang harus kita tegaskan,”tegas tokoh masyarakat/pegiat lingkungandi Sumsel, Heri Amalindo.
Menurut Febrian, hilangnya dua pulau akibat kerusakan alam, ini juga disebabkan lemahnya penegakan hukumsehingga semakin memicu alih fungsi hutan mangrovedi kawasan Sumsel. Agar pulau-pulau kecil di perairan Sumseltidak semakin hilang perlu adanya tindakan konkret upaya penyelamatan lingkungan secara terpadu dan konsisten.
“Bumi kita ini sudah mendidih, yang artinya saat ini kita sudah mengalami yang namanya krisis iklim dan faktor penyebabnya ialah penegakan hukum yang lemah, ketimpangan penguasaan lahan, dan kebijakan yang tidak pro dengan kelestarian lingkungan dan masyarakat,” kata Febrian.
Selain Febrian, seminar juga menghadirkan nara sumber Heri Amalindo(tokoh masyarakat Sumsel/penggiat lingkungan), Lulu Yuningsih(Akademisi/Ketua Program Pendidikan Kehutanan Fakultas Pertanian UMP), dan Ahmad Zamhari(Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel).
baca juga: Uni Eropa Dukung Agenda Indonesia FOLU Net Sink 2030
“Mahasiswa-mahasiswa seperti inilah yang kita butuhkan, yang cinta dengan alam. Karena jika kita menjaga alam, alam akan melindungi kita. Sekarang lingkungan alam kita sudah tergerus, termasuk mangrove ini. Di sekitar sini dibuat pertambangan, dibuat perikanan. Tidak diharamkan, tapi regulasi atau peraturannya itu yang harus kita tegaskan,”tegas tokoh masyarakat/pegiat lingkungandi Sumsel, Heri Amalindo.
Lihat Juga :