Dewan Pakar TPN Ganjar-Mahfud Kenalkan Slogan Kegerus untuk Strategi Stabilisasi Harga Pangan

Sabtu, 04 November 2023 - 14:52 WIB
loading...
Dewan Pakar TPN Ganjar-Mahfud...
Ketua Bappilu PPP, Sandiaga Salahuddin Uno kembali menekankan tiga slogan partainya yakni harga pangan murah, kerja mudah, dan hidup berkah. Foto/MPI
A A A
SEMARANG - Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Sandiaga Salahuddin Uno kembali menekankan tiga slogan partainya yakni harga pangan murah, kerja mudah, dan hidup berkah.

Sandiaga Uno mengatakan ada tiga langkah strategis untuk menstabilkan harga pangan murah dengan cara Kegerus, yang merupakan akronim dari Keroyok, Gerilya, dan Urai Satu-Satu (Kegerus).

Baca juga: Ziarah ke Makam Bung Karno, Ganjar Berdoa agar Indonesia Berjalan sesuai Konstitusi

Hal ini disampaikan Sandiaga untuk menjawab pertanyaan seorang ibu rumah tangga asal Kota Semarang, Jawa Tengah dalam mewujudkan tiga slogan PPP, khususnya stabilisasi harga pangan murah. Mengingat, kenaikan harga pangan secara langsung membebani para kaum ibu saat ini.

"Saya seorang ibu rumah tangga biasa yang saat ini benar-benar merasakan kenaikan harga bahan pokok, terutama beras-gula kemarin, itu telur sampai melambung tinggi dan sekarang itu cabe yang harganya hampir 80 (ribu rupiah). Saya hanya ingin tahu di PPP ini kan mengusung biar harga pangan murah," ungkap Lastri, Sabtu (4/11/2023).

"Saya hanya ingin saya ingin menanyakan sama panjenengan langsung, cara panjenengan untuk bisa apa namanya menstabilkan harga atau mungkin menstabilkan harga biar kami para ibu rumah tangga itu benar-benar tidak begitu memusingkan masalah dapur ya pak. Karena suami saya pun seorang pedagang kecil yang penghasilannya tidak menentu, kadang dapat-kadang tidak, kadang pernah itu seminggu sampai enggak ada pemasukan sama sekali jadi memang terpaksa kita cari pinjaman," sambungnya.

Mendengar keluhan Lastri, Sandiaga kembali menanyakan kepada warga Kota Semarang soal harga sejumlah pangan dalam beberapa pekan belakangan. Selain itu, alasan PPP memilih harga pangan murah sebagai salah satu slogannya.

"Pertama tadi saya tanyakan harga-harga turun apa naik? Biaya hidup murah atau mahal?" tanya Sandiaga dijawab kompak warga 'mahal'.

"Nah, ini yang diperlukan masyarakat, oleh karena itu tiga slogan PPP, pertama adalah harga murah, kerja mudah, hidup berkah, pilih apa? Pilih Kakbah, bagaimana caranya?" tuturnya.

Sandiaga mengatakan lewat strategi Kegerus ini dirinya sukses menstabilkan harga pangan murah di Ibu Kota ketika dirinya memimpin DKI Jakarta.

"Saya menyebutnya sebagai Kegerus dan ini saya bicara karena saya punya pengalaman," ungkap Sandiaga yang juga menjabat Dewan Pakar TPN Ganjar-Mahfud ini.

"Saya dulu Wakil Gubernur DKI, saya terpilih menjadi Wakil Gubernur DKI dan menerapkan ini dan di DKI Alhamdulillah di masa kepemimpinan kami, harga-harga semua stabil terjangkau masyarakat," sambungnya.

Sandiaga melanjutkan langkah pertama adalah Keroyok dalam menjaga ketahanan pangan di antaranya menjalin kerja sama dengan sejumlah daerah produsen pangan sehingga harga pangan dapat terjaga lewat terpenuhinya pasokan pangan.

"Keroyoknya bagaimana caranya? Harga telur mahal, harga beras mahal karena kurangnya pasokan, betul apa betul? Padahal negeri kita negeri yang subur nggeh? negeri kita subur, jadi kita harus keroyok semuanya," jelasnya.

"Waktu itu saya sampai turun mencari suplai beras dari Jakarta itu ke pusat-pusat produksi, sehingga kita bisa mengikat kerja sama untuk jangka panjang," sambungnya.

Langkah kedua adalah Gerilya. Sandiaga Uno menekankan pentingnya menjaga rantai distribusi pangan sehingga menutup celah adanya spekulan yang merusak harga pasar. Dengan begitu, harga pangan dapat tetap stabil, mulai dari tingkat produsen hingga ke tangan konsumen.

"Gerilya itu kita harus pastikan secara bergerilya kita hadirkan harga-harga yang terjangkau. Kalau pasokan sudah cukup, maka rantai distribusinya itu harus lancar," ungkapnya.

"Dengan kita bergerilya Insya Allah rantai distribusinya lancar, sehingga yang ada di pasar sama yang ada dijual petani maupun produsen itu tidak terlalu harganya jomplang," imbuhnya.

Langkah terakhir adalah Urai, caranya dengan mengurai satu per satu permasalahan dari setiap komoditas pangan. Bersamaan dengan hal tersebut, Sandiaga menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah ataupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) penghasil komoditas.

Misalnya beras ke Kabupaten Karawang, telur ke Kabupaten Blitar, cabe ke Kabupaten Temanggung ataupun bawang merah ke Kabupaten Brebes dan Nganjuk. Dengan begitu, masyarakat bisa membeli pangan terjangkau lewat Kartu Pangan Murah.

Baca juga: Ganjar Tegaskan PDIP Solid: Barang Siapa Memecah Partai Ini, Anda Berlawanan dengan Banteng

Pandangan Sandiaga Uno ini pun tak lepas dari visi misi Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. "Ini saya bicara berdasarkan pengalaman, karena saya menjalankan sendiri, Alhamdulillah berkat berkah dari Allah dan karunia dari seluruh yang membantu, satu tahun saya mimpin di DKI harga-harga terjangkau dan masyarakat memberikan apresiasi," jelasnya.

"Mudah-mudahan Mba Lastri, di bawah Pak Lukman Hakim dan Pak Didik Insya Allah PPP Kota Semarang bisa menstabilkan harga-harga dan tidak membebani warganya. Amin," tandasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sikapi Putusan PN Jakpus,...
Sikapi Putusan PN Jakpus, Kuasa Hukum PPP Maluku Akan Tempuh Kasasi
Menang Lagi di PN Jakpus,...
Menang Lagi di PN Jakpus, Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen pada SK Plt Maluku
Sidang Gugatan Muktamar...
Sidang Gugatan Muktamar PPP, Saksi Tergugat Dinilai Tidak Konsisten
Konflik PPP Banten Dinilai...
Konflik PPP Banten Dinilai Lebih dari Sekadar Pergantian Ketua
Sidang Gugatan PPP,...
Sidang Gugatan PPP, Ketua SC Mengaku Borong Kamar Hotel untuk Persidangan Muktamar
PN Jakpus Tolak Gugatan...
PN Jakpus Tolak Gugatan soal SK DPW PPP Jawa Barat, Kepengurusan UU-Agus Solihin Dinyatakan Sah
Pengurus PPP Laporkan...
Pengurus PPP Laporkan Toni, Badri, dan Saiful Hakim ke Polda Metro Atas Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan
Toni, Badri, dan Saiful...
Toni, Badri, dan Saiful Hakim Dilaporkan Kader PPP ke Polda Metro atas Dugaan Pemalsuan Dokumen Muktamar
Sejumlah Pengurus PPP...
Sejumlah Pengurus PPP Daerah Dorong Polda Metro Jaya Usut Dugaan Pemalsuan Dokumen
Rekomendasi
Kejutan, Jerman Kebobolan...
Kejutan, Jerman Kebobolan Lawan Paraguay di Babak Pertama
Rekam Jejak Paraguay,...
Rekam Jejak Paraguay, Spesialis Adu Penalti yang Pulangkan Jerman di Piala Dunia 2026
Gol Jonathan Tah Dibatalkan,...
Gol Jonathan Tah Dibatalkan, VAR Rampas Mimpi Jerman?
Berita Terkini
Sampaikan Amanah Prabowo,...
Sampaikan Amanah Prabowo, Wamenhaj Salurkan Bantuan untuk Jemaah Haji asal Aceh yang Terlilit Utang
PKS Targetkan 2 Kali...
PKS Targetkan 2 Kali Lipat Legislator Muda di Senayan pada 2029
Histeria Ojol dan Kerentanan...
Histeria Ojol dan Kerentanan Ekstrem Pekerja 'Gig Economy'
Nadiem Makarim Hadapi...
Nadiem Makarim Hadapi Sidang Putusan Kasus Chromebook Hari Ini
MK Putuskan Pembayaran...
MK Putuskan Pembayaran Dana Pensiun Sukarela Bisa Dilakukan Sekaligus atau Berkala
Program Magang Nasional...
Program Magang Nasional 2026 Dibuka, 150 Ribu Lulusan Ikut Magang Bareng Seskab Teddy
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved