Pesantren Berperan Penting Tanamkan Islam Moderat di Indonesia
Selasa, 31 Oktober 2023 - 15:59 WIB
loading...
Kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Nuruzzaman. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Keberadaan pondok pesantren di Indonesia dinilai memiliki peran penting dalam menanamkan Islam moderat dari masa ke masa. Bahkan jargon mencintai Tanah Air adalah bagian dari iman muncul dari pesantren.
Kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Nuruzzaman menuturkan, saat ini terdapat sekitar 36.000 pesantren di seluruh Indonesia. Jumlah itu menunjukkan bahwa pesantren memiliki fungsi pendidikan yang dalam penguatan pemahaman keagamaan dan wawasan kebangsaan yang lebih baik.
"Jadi hubbul wathon minal iman (mencintai bangsa merupakan tanda keimanan) itu munculnya dari pesantren. Kalau ada pesantren yang tidak mengajarkan itu ya perlu ditanyakan kepesantrenannya," kata Nuruzzaman dalam keterangan tertulis, Selasa (31/10/2023).
Baca juga: SAS Institute Serukan Ponpes Dukung Capres-Cawapres yang Jamin Anggaran untuk Pesantren
Selain sebagai salah satu jenis lembaga pendidikan, kata Nuruzzaman, pesantren juga memiliki peran dakwah. Pesantren yang memiliki pemahaman keagamaan yang sesuai dengan nilai-nilai bangsa Indonesia, kemudian didakwahkan kepada masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Hal ini dilakukan agar pemahaman keagamaan Islam di Indonesia tidak tercampur ideologi transnasional yang sudah terbukti memiliki kaitan dengan berbagai tindak kekerasan dan perbuatan makar.
Nuruzzaman yang juga berasal dari kalangan santri ini menerangkan, peran dakwah yang dilakukan pesantren dilakukan oleh para kiai (pengasuh pesantren). Dakwah pada konteks ini tidak hanya ceramah, tetapi para kiai ini juga datang ke masyarakat sekitar secara langsung, ataupun masyarakat yang mendatangi pada Kiai untuk menanyakan persoalannya.
Kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Nuruzzaman menuturkan, saat ini terdapat sekitar 36.000 pesantren di seluruh Indonesia. Jumlah itu menunjukkan bahwa pesantren memiliki fungsi pendidikan yang dalam penguatan pemahaman keagamaan dan wawasan kebangsaan yang lebih baik.
"Jadi hubbul wathon minal iman (mencintai bangsa merupakan tanda keimanan) itu munculnya dari pesantren. Kalau ada pesantren yang tidak mengajarkan itu ya perlu ditanyakan kepesantrenannya," kata Nuruzzaman dalam keterangan tertulis, Selasa (31/10/2023).
Baca juga: SAS Institute Serukan Ponpes Dukung Capres-Cawapres yang Jamin Anggaran untuk Pesantren
Selain sebagai salah satu jenis lembaga pendidikan, kata Nuruzzaman, pesantren juga memiliki peran dakwah. Pesantren yang memiliki pemahaman keagamaan yang sesuai dengan nilai-nilai bangsa Indonesia, kemudian didakwahkan kepada masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Hal ini dilakukan agar pemahaman keagamaan Islam di Indonesia tidak tercampur ideologi transnasional yang sudah terbukti memiliki kaitan dengan berbagai tindak kekerasan dan perbuatan makar.
Nuruzzaman yang juga berasal dari kalangan santri ini menerangkan, peran dakwah yang dilakukan pesantren dilakukan oleh para kiai (pengasuh pesantren). Dakwah pada konteks ini tidak hanya ceramah, tetapi para kiai ini juga datang ke masyarakat sekitar secara langsung, ataupun masyarakat yang mendatangi pada Kiai untuk menanyakan persoalannya.
Lihat Juga :