Ganjar Pranowo Bicara tentang Pentingnya Demokrasi
Minggu, 29 Oktober 2023 - 18:57 WIB
loading...
Ganjar Pranowo. Foto/Arif Julianto
A
A
A
JAKARTA - Calon Presiden Ganjar Pranowo berbicara tentang pentingnya demokrasi yang memungkinkan semua orang untuk berpartisipasi dalam proses politik. Hal itu dia sampaikan dalam sebuah kuliah umum di Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung.
Dalam acara bertajuk "Dialog Kebangsaan: Peran Pemuda dalam Masa Depan Politik Indonesia," Ganjar menyoroti peran pemuda dalam proses politik dan menyampaikan pemikiran tentang perubahan, demokrasi, dan keterlibatan pemuda dalam Pemilu 2024. Artikel ini menjelaskan pandangan dan data yang diungkapkan oleh Ganjar Pranowo selama kuliah umum tersebut.
Menurut Ganjar, yang telah menjadi Gubernur Jawa Tengah selama dua periode, ilmu pengetahuan terus berkembang, tetapi demokrasi tetap menjadi pilihan terbaik. "Ilmu pengetahuan terus mencari tapi pilihan terbaiknya demokrasi karena semua bisa berpartisipasi."
Ganjar juga berbagi refleksi pribadinya tentang perjalanan politiknya. Ia mengakui bahwa jika tidak ada perubahan pada tahun 1998, kemungkinan besar ia tidak akan terlibat dalam politik. "Mungkin teman-teman, jika tidak ada perubahan di tahun 1998, saya mungkin tidak akan menjadi anggota parlemen di DPR. Jadi, siapa saya ini? Saya tidak memiliki urutan yang mungkin bisa menarik perhatian," ujarnya.
Data Mengenai Anak Pemuda di Pemilu
Dalam acara bertajuk "Dialog Kebangsaan: Peran Pemuda dalam Masa Depan Politik Indonesia," Ganjar menyoroti peran pemuda dalam proses politik dan menyampaikan pemikiran tentang perubahan, demokrasi, dan keterlibatan pemuda dalam Pemilu 2024. Artikel ini menjelaskan pandangan dan data yang diungkapkan oleh Ganjar Pranowo selama kuliah umum tersebut.
Menurut Ganjar, yang telah menjadi Gubernur Jawa Tengah selama dua periode, ilmu pengetahuan terus berkembang, tetapi demokrasi tetap menjadi pilihan terbaik. "Ilmu pengetahuan terus mencari tapi pilihan terbaiknya demokrasi karena semua bisa berpartisipasi."
Ganjar juga berbagi refleksi pribadinya tentang perjalanan politiknya. Ia mengakui bahwa jika tidak ada perubahan pada tahun 1998, kemungkinan besar ia tidak akan terlibat dalam politik. "Mungkin teman-teman, jika tidak ada perubahan di tahun 1998, saya mungkin tidak akan menjadi anggota parlemen di DPR. Jadi, siapa saya ini? Saya tidak memiliki urutan yang mungkin bisa menarik perhatian," ujarnya.
Data Mengenai Anak Pemuda di Pemilu
Lihat Juga :